Tanpa bermaksud frontal ke merk2 dagang bubur2 instan diluar sana lo iniii :)
Saya hanya mengingatkan diri sendiri dan sekalangan temen2 yang peduli dengan sistem pencernaan bayi2 kecilnya *halah apalah ini :D
Dari pertama kali bayi kecil saya MPASI tidak ada sedikitpun niatan yg terbersit dalam pikiran saya akan kasih bubur instan dengan merk A, merk B, merk C, dan lain lainnya.. Kenapa??
1. Karena saya ngebayangin diri saya sendiri kalau misalnya tiap hari dikasih n makan mie instan, bubur instan, atau apapun yg instan2 walaupun divariasi rasa dengan berbagai jenis, pasti akan mabok juga kan. Nah begitu juga yang saya rasakan kalau misalnya bayi saya tiap hari akan saya beri bubur instan dengan berbagai varian rasa, tentu dia akan ikut mabok juga :D
2. Saya yakin pasti bubur instan tersebut akan diberi pengawet dalam komposisinya, jadi saya ga mau pencernaan bayi saya yang masih murni tersebut harus secepat itu terkontaminasi oleh bahan2 pengawet yg terkandung didalam bubur instan tersebut.
3. Walaupun bubur bayi instan tersebut katanya kaya kandungan gizi A, B, C, dll saya yakin bubur bayi yang saya buat dengan tangan saya sendiri memiliki kandungan gizi yang lebih kaya, dan tentunya fresh,, ditambah ada CINTA didalamnya yang tentunya akan menambah rasa bubur tersebut :)
4. Bayi saya tentu akan lebih tahu rasa asli bahan-bahan makanan didalam bubur yang saya buat
5. Saya rasa kenaikan tekstur bayi kalau terus2an dikasih bubur instan akan lebih lambat naiknya. Saya punya teman yg anaknya ga naik2 tekstur alias makan bubur terus sampai umur 3 tahunan gitu. Tentu itu akan merepotkan kita bukan, yang harusnya kalo traveling udah ga usah bawa gembolan apa2 ini masih harus nyiapin bubur dll.. ALhamdulillah bayi saya dapat naik tektur sesuai dengan umurnya, dan umur 1 tahun sudah bisa makan makanan keluarga.
Bukankah awalnya bubur instan tersebut diciptakan untuk memfasilitasi saat2 terjadi bencana alam, daerah yang terisolir, dan pada saat2 darurat. Jadi untuk kita yang masih ada tukang sayur lewat tiap hari, masih deket sama pasar atau swalayan, masih punya kulkas buat nyetok makanan2 kalu misalnya kerja,, ayo ayoo kita masak makanan buat bayi kita, karena masak makanan bayi itu ga sesulit bikin rendang padang :D
Demikian celotehan dari saya, semoga membuka pikiran ibu2 yang mulai terbersit akan kasih bubur instan untuk bayinya..
Salam MPASI homemade :)))
Jumat, 22 Mei 2015
Senin, 18 Mei 2015
MEMBAWA AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) DARI LUAR NEGERI
Sudah enam bulan berlalu, tapi semoga ga basi ya materinya :)
Bulan November 2014 lalu, saya dinas keluar negeri tepatnya ke Phillipina selama lima hari enam malam. berhubung ini dinas keluar negara jadi bayi saya yang saat itu berusia 9 bulan dengan sangat terpaksa tidak saya bawa. untuk apa saja yang harus dipersiapkan selama meninggalkan bayi saya dan persiapan keberangkatan sudah saya posting sebelumnya ya :)
http://alchemiputrijk.blogspot.com/2015/04/tips-meninggalkan-bayi-asi-dirumah.html
Perjalanan saya sampai ke hotel dari rumah berkisar antara 15 jam, karena saya dari palembang menuju jakarta terlebih dahulu sebelum dilanjutkan terbang ke Phillipina.. Selama 15 jam tersebut tentu saja saya harus melakukan ritual pumping. Perlengkapan yang saya bawa diluar hanya coolerbag, collerbox saya masukkan ke dalam koper saat berangkat. Didalam coolerbag saya membawa icegel sebanyak 4 buah, dan coolerbag tersebut sudah saya alasi kertas koran (dari yang saya baca bisa menahan dingin lebih lama).
Dari Palembang menuju Jakarta saya sengaja mengambil pesawat menjelang malam alias jam 6 sore, karena semakin lama saya berangkat waktu saya bersama bayi saya lebih lama. Saya sengaja mengambil pesawat Garuda Indonesia yang jarang kena delay, supaya tidak cemas ketinggalan pesawat Jakarta - Phillipina. Pesawat dari jakarta menuju phillipina jam 00 malam menggunakan Phillipines Airlines. Pada saat menunggu waktu check in pesawat Phillipines airlines saya mencoba pumping di nursery room, saat itu ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam coolerbag yang saya bawa ke dalam kabin.
Saat masuk ke security check kedua bandara Soeta sempat ditanya bawa cairan apa? dan saya bilang itu ASI, petugaspun mengerti. tetapi sebelumnya saya sudah menyiapkan dokumen surat izin membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA), surat keterangan menyusui dari dokter anak, dan peraturan2 membawa ASIP pada penerbangan (karena ini keluar negeri, tentu saya bawa berbahasa inggris ya :)
Ketika sampai di bandara Phillipines ternyata tidak ada security check disana, kita hanya dilakukan pengecekan passport, setelah itu ambil bagasi dan keluar, jadi aman :)
Penerbangan Jakarta - Phillipines membawa ASIP aman,, bagaimana dengan penerbangan pulang?? hehee...
agar ibu lebih tenang ada baiknya mencari hotel dengan fasilitas refrigerator atau chiller di dalam kamar atau minimal dapur hotel bersedia dititipin ASIP. Bagaimana dengan sayaa??
Saat itu, hotel dicarikan oleh pihak kantor via online, saya coba menghubungi hotel ketika masih di Indonesia tetapi tidak bisa, jadi saya hanya pasrah. tetapi saya sudah menyiapkan wadah2 untuk nantinya bisa menitipkan ASIP ke kulkas dapur hotel.. Box plastik bertuliskan "BREASTMILK, KEEP FREEZE!!!, nama, dan nomor kamar". Saya menginap di Las Palmas hotel, Manila City dan alhamdulillah didalam kamar terdapat kulkas satu pintu dengan freezer yang dingin, sehingga icegel dan icepack bisa beku dengan sempurna :)
Bagaimana dengan kegiatan memompa saya selama disana??
kegiatan memompa saya disana tidak rutin, karena acara konferensi bukan di hotel saya walaupun jaraknya agak dekat, tetapi waktu konferensi yang padat membuat saya hanya pumping saat pagi sebelum berangkat, siang saat istirahat shalat, sore saat pulang acara, dan malam sebelum tidur. Pernah sehari kami fieldtrip dari pagi sampai malam dan saya tidak pumping, rasanya seperti mau pecah. hehee... karena saya tidak nyaman pumping di toilet dan juga disana susah mencari mushola (bahkan ga ada, hehee) jadi ritual pumping hanya saya lakukan di kamar hotel saja..
Karena saya yang malas2an pumping, saat itu saya hanya membawa sekitar 20 kantong plastik ASIP berukuran 100 ml.
Bagaimana cara membawanya??
Waktu akan pulang hotel saya harus check out jam 12 siang, sedangkan penerbangan pulang jam 6 sore. Alhamdulillah senior di kantor belum pulang, sehingga saya menitipkan ASIP beserta barang2 saya ke kamar beliau bahkan ke kulkasnya. heheh dan saya bisa bebas jalan2 tanpa membawa2 gembolan barang. hehee... tetapi sebelum semua itu dititipkan saya sudah bungkus semuanya dengan rapi, sehingga saat akan ke bandara sore hari tinggal bawa.
Karena saat itu saya buru2, jadi tidak sempat memfoto step by step cara membungkus ASIP, huhu.. semoga dengan penjelasan kalimat bisa mudah dimengerti :)
1.ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam kantong plastik ASIP karena saya di Phillipina hanya 6 hari jadi tidak ada yg saya bekukan, hanya saya masukkan dalam chiller saja, ASIp dalam kantong plastik tsb saya bungkus dengan aluminium foil yang sudah saya bawa sebelumnya dari Palembang. berdasarkan informasi yg saya baca, aluminium foil bisa membuat dingin lebih lama.
2. Coller box dan cooler bag saya lapisi dengan koran pada setiap bagian sisinya, agar daya dingin didalamnya bisa lebih lama (korannya sudah saya bawa dari palembang)
3. ASIP, ice gel, dan icepack saya masukkan kedalam cooler box dan cooler bag, kemudian bagian atasnya saya tutup kembali dengan kertas koran.
4. pada bagian luar cooler box saya lakban agar kuat kemudian saya beri plastik wraping hingga semuanya tertutup rapi (lakban dan plastik wraping saya bawa dari Palembang)
5. Setelah semuanya rapi kemudian saya tempel kalimat "BREASTMILK, KEEP IT FROZEN!!, nama, tujuan, dan no HP" dan itu saya beri lakban.
6. Untuk cooler box saya masukkan dalam bagasi, dan coolerbag saya bawa kedalam kabin, karena saya berencana akan memompa selama perjalanan dan transit.
Perjalanan saat check in di Phillipina alhamdulillah tanpa hambatan dan ASIP yang dibawa lancar2 saja.. Saya mengeluarkan ASIp dari kulkas di Phillipina pada jam 5 sore, dan sampai di rumah Palembang jam 8 pagi. Bagaimana dengan ASIP2 saya?? alhamdulillah ASIP masih dingin dan aman,, karena di pesawat suhu udara dingin, dan suhu di bagasi lebih dingin dibanding di kabin. Hanya cooler box saya saja yg gantungannya patah :'( tapi tak masalah, yg penting ASIP aman, hihi...
Sekian informasi membawa ASIP dari luar negeri,, semoga bermanfaat :)
Bulan November 2014 lalu, saya dinas keluar negeri tepatnya ke Phillipina selama lima hari enam malam. berhubung ini dinas keluar negara jadi bayi saya yang saat itu berusia 9 bulan dengan sangat terpaksa tidak saya bawa. untuk apa saja yang harus dipersiapkan selama meninggalkan bayi saya dan persiapan keberangkatan sudah saya posting sebelumnya ya :)
http://alchemiputrijk.blogspot.com/2015/04/tips-meninggalkan-bayi-asi-dirumah.html
Perjalanan saya sampai ke hotel dari rumah berkisar antara 15 jam, karena saya dari palembang menuju jakarta terlebih dahulu sebelum dilanjutkan terbang ke Phillipina.. Selama 15 jam tersebut tentu saja saya harus melakukan ritual pumping. Perlengkapan yang saya bawa diluar hanya coolerbag, collerbox saya masukkan ke dalam koper saat berangkat. Didalam coolerbag saya membawa icegel sebanyak 4 buah, dan coolerbag tersebut sudah saya alasi kertas koran (dari yang saya baca bisa menahan dingin lebih lama).
Dari Palembang menuju Jakarta saya sengaja mengambil pesawat menjelang malam alias jam 6 sore, karena semakin lama saya berangkat waktu saya bersama bayi saya lebih lama. Saya sengaja mengambil pesawat Garuda Indonesia yang jarang kena delay, supaya tidak cemas ketinggalan pesawat Jakarta - Phillipina. Pesawat dari jakarta menuju phillipina jam 00 malam menggunakan Phillipines Airlines. Pada saat menunggu waktu check in pesawat Phillipines airlines saya mencoba pumping di nursery room, saat itu ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam coolerbag yang saya bawa ke dalam kabin.
Saat masuk ke security check kedua bandara Soeta sempat ditanya bawa cairan apa? dan saya bilang itu ASI, petugaspun mengerti. tetapi sebelumnya saya sudah menyiapkan dokumen surat izin membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA), surat keterangan menyusui dari dokter anak, dan peraturan2 membawa ASIP pada penerbangan (karena ini keluar negeri, tentu saya bawa berbahasa inggris ya :)
Ketika sampai di bandara Phillipines ternyata tidak ada security check disana, kita hanya dilakukan pengecekan passport, setelah itu ambil bagasi dan keluar, jadi aman :)
Penerbangan Jakarta - Phillipines membawa ASIP aman,, bagaimana dengan penerbangan pulang?? hehee...
agar ibu lebih tenang ada baiknya mencari hotel dengan fasilitas refrigerator atau chiller di dalam kamar atau minimal dapur hotel bersedia dititipin ASIP. Bagaimana dengan sayaa??
Saat itu, hotel dicarikan oleh pihak kantor via online, saya coba menghubungi hotel ketika masih di Indonesia tetapi tidak bisa, jadi saya hanya pasrah. tetapi saya sudah menyiapkan wadah2 untuk nantinya bisa menitipkan ASIP ke kulkas dapur hotel.. Box plastik bertuliskan "BREASTMILK, KEEP FREEZE!!!, nama, dan nomor kamar". Saya menginap di Las Palmas hotel, Manila City dan alhamdulillah didalam kamar terdapat kulkas satu pintu dengan freezer yang dingin, sehingga icegel dan icepack bisa beku dengan sempurna :)
Bagaimana dengan kegiatan memompa saya selama disana??
kegiatan memompa saya disana tidak rutin, karena acara konferensi bukan di hotel saya walaupun jaraknya agak dekat, tetapi waktu konferensi yang padat membuat saya hanya pumping saat pagi sebelum berangkat, siang saat istirahat shalat, sore saat pulang acara, dan malam sebelum tidur. Pernah sehari kami fieldtrip dari pagi sampai malam dan saya tidak pumping, rasanya seperti mau pecah. hehee... karena saya tidak nyaman pumping di toilet dan juga disana susah mencari mushola (bahkan ga ada, hehee) jadi ritual pumping hanya saya lakukan di kamar hotel saja..
Karena saya yang malas2an pumping, saat itu saya hanya membawa sekitar 20 kantong plastik ASIP berukuran 100 ml.
Bagaimana cara membawanya??
Waktu akan pulang hotel saya harus check out jam 12 siang, sedangkan penerbangan pulang jam 6 sore. Alhamdulillah senior di kantor belum pulang, sehingga saya menitipkan ASIP beserta barang2 saya ke kamar beliau bahkan ke kulkasnya. heheh dan saya bisa bebas jalan2 tanpa membawa2 gembolan barang. hehee... tetapi sebelum semua itu dititipkan saya sudah bungkus semuanya dengan rapi, sehingga saat akan ke bandara sore hari tinggal bawa.
Karena saat itu saya buru2, jadi tidak sempat memfoto step by step cara membungkus ASIP, huhu.. semoga dengan penjelasan kalimat bisa mudah dimengerti :)
1.ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam kantong plastik ASIP karena saya di Phillipina hanya 6 hari jadi tidak ada yg saya bekukan, hanya saya masukkan dalam chiller saja, ASIp dalam kantong plastik tsb saya bungkus dengan aluminium foil yang sudah saya bawa sebelumnya dari Palembang. berdasarkan informasi yg saya baca, aluminium foil bisa membuat dingin lebih lama.
2. Coller box dan cooler bag saya lapisi dengan koran pada setiap bagian sisinya, agar daya dingin didalamnya bisa lebih lama (korannya sudah saya bawa dari palembang)
3. ASIP, ice gel, dan icepack saya masukkan kedalam cooler box dan cooler bag, kemudian bagian atasnya saya tutup kembali dengan kertas koran.
4. pada bagian luar cooler box saya lakban agar kuat kemudian saya beri plastik wraping hingga semuanya tertutup rapi (lakban dan plastik wraping saya bawa dari Palembang)
5. Setelah semuanya rapi kemudian saya tempel kalimat "BREASTMILK, KEEP IT FROZEN!!, nama, tujuan, dan no HP" dan itu saya beri lakban.
6. Untuk cooler box saya masukkan dalam bagasi, dan coolerbag saya bawa kedalam kabin, karena saya berencana akan memompa selama perjalanan dan transit.
Perjalanan saat check in di Phillipina alhamdulillah tanpa hambatan dan ASIP yang dibawa lancar2 saja.. Saya mengeluarkan ASIp dari kulkas di Phillipina pada jam 5 sore, dan sampai di rumah Palembang jam 8 pagi. Bagaimana dengan ASIP2 saya?? alhamdulillah ASIP masih dingin dan aman,, karena di pesawat suhu udara dingin, dan suhu di bagasi lebih dingin dibanding di kabin. Hanya cooler box saya saja yg gantungannya patah :'( tapi tak masalah, yg penting ASIP aman, hihi...
Ini foto ASIP yang berhasil saya bawa ke Indonesia dari Phillipina :)
Sekian informasi membawa ASIP dari luar negeri,, semoga bermanfaat :)
Senin, 27 April 2015
TIPS MENINGGALKAN BAYI ASI DIRUMAH SELAMA SEMINGGU
Bulan November 2014 lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk dinas luar ke Phillipina, saat saya mendapat tugas ini ada perasaan yang berkecamuk, diambil apa tidak?? ini kesempatan yang jarang bisa berangkat tetapi ada si kecil yang saat itu masih berumur 9 bulan menunggu dirumah dan tidak pernah saya tinggal semalampun bersama orang. Setiap saya dinas masih didalam negeri, pasti saya bawa dengan segala kerempongannya tentu. hehee... Tapi kalau dinas keluar negeri sangat susah membayangkan harus ikut dibawa juga, tentu pertimbangan biaya, pengasuh saat saya pergi dinas, juga akomodasi disana.
Atas izin dari suami dan orang tua yang dengan sukarela akan datang ke Palembang buat menjaga, saya pun berangkat ke Phillipina.
Berangkat dinas ini tidak sekedar berangkat tentunya, karena banyak sekali yang harus saya persiapkan, selain materi presentasi disana tentunya.. Hal-hal yang saya persiapkan adalah:
1. Bicara dengan bayi disetiap kesempatan
Setelah tahu saya akan dinas, saya selalu bilang ke bayi saya kapanpun dan dimanapun, terlebih saat menyusui. "Dek, mama nanti mau pergi kerja agak lama ya ga pulang, dedek nanti mimik pake dot dulu ya, nanti bobo sama oma dulu ya, jangan rewel ya, jangan nangis, mau makan ya". pokoknya saya selalu sugestikan kalimat2 positif saat itu. and its work :)
2. Karena masih ASI tentu saja kita harus menyiapkan ASI yang akan diminum si kecil selama kita pergi
Karena saya memang sudah punya stok ASIP, saya tidak begitu kejar target dengan ini,, tapi tetap saya lebih rutin pumping karena tetap harus meninggalkan stok ASIP cukup banyak. Bagi ibu2 yang akan meninggalkan bayinya, mungkin bisa dipersiapkan sejak jauh2 hari waktu keberangkatan.
3. Melatih orang2 yang akan dititipkan bayi kita
Karena bayi saya MPASI homemade no gula garam, jadi saya benar2 mewanti2 kepada yang akan menjaga anak saya. bahkan saat itu, saya membuat tata cara memasak makanan bayi menggunakan slowcooker, kukusan, tumisan, dll.. memang terlihat rempong, tapi demi kenyamanan dan ketenangan hati saya saat pergi.
Selain makanannya, tata cara pemberian ASIP, cara mencairkan ASIP, cara menghangatkan ASIP, cara sterilisasi botol2 saya buat. karena selama ini, saya selalu menyiapkan semuanya. intinya sedetail mungkin bisa kita siapkan untuk yang dirumah.
4. Perlengkapan memompa ASI
Karena saya meninggalkan rumah selama 6 hari, saya membawa 1 coolerbox ukuran 5 liter, dan 1 coolerbag, 6 icegel, 2 icepack, koran, plastik wraping, aluminium foil, apron menyusui, pompa asi, sabun pencuci botol.
5. Surat keterangan menyusui dari dokter, dokumen2 peraturan membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA)
Sebenarnya membawa ASIp sudah jelas tertera dalam peraturan penerbangan yang diterbitkan TSA, tetapi agar lebih tenang dan belum tentu semua petugas paham dengan peraturan tersebut lebih baik kita menyiapkan dokumen2 tersebut. Saya membawa surat keterangan menyusui dan membawa ASIp yang ditandatangani oleh dokter kandungan dan oleh dokter anak. Selain itu, saya membawa print out peraturan2 TSA tersebut, sekaligus saya bawa peraturan dr airlines pesawat yang akan kita tumpangi.
5. Surat keterangan menyusui dari dokter, dokumen2 peraturan membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA)
Sebenarnya membawa ASIp sudah jelas tertera dalam peraturan penerbangan yang diterbitkan TSA, tetapi agar lebih tenang dan belum tentu semua petugas paham dengan peraturan tersebut lebih baik kita menyiapkan dokumen2 tersebut. Saya membawa surat keterangan menyusui dan membawa ASIp yang ditandatangani oleh dokter kandungan dan oleh dokter anak. Selain itu, saya membawa print out peraturan2 TSA tersebut, sekaligus saya bawa peraturan dr airlines pesawat yang akan kita tumpangi.
6. Siapkan media komunikasi
Agar kita tenang siapkan media komunikasi sebelum berangkat, misal mau pakai skype, YM, atau viber, lebih baik disiapkan sebelum berangkat dan dicoba terlebih dahulu.
7. Siapkan mental ibu
Ini sangat penting, ibu yang tenang meninggalkan bayinya dirumah tidak ingat terus akan membuat anak juga tidak rewel. Saya berusaha tidak mengingat2, untungnya kegiatan disana cukup padat jadi saat sampai hotel saya sudah cukup lelah, sehingga tidak ada waktu untuk bergalau2 ria/ hehehe...
Kalau ibu kangen bisa videocall dan melihat foto bayinya tentu..
Selamat dinas luar ya ibu2 semua,, yakinkan kalau bayi kita akan baik2 saja di rumah :)
Bagaimana saya bisa membawa ASIP keluar negeri dan dari luar negeri, akan saya posting berikutnya :)
Selasa, 21 April 2015
Bayiku didiagnosis Ventricular Seftal Defect (VSD)
Siapa sih yang ga akan shock, stress, kaget, dan campur aduk perasaannya, saat baru melahirkan, kemudian anak masuk PERINA karena bilirubin tinggi, kemudian bilirubin tersebut ga turun2, dan diduga ada yg aneh dengan jantungnya saat distetoskop oleh dokter anaknya :'(
iya ITU SAYA...
Saya mengalami perasaan yang campur aduk saat itu, dimana kondisi saya belum pulih pasca melahirkan dan anak kami divonis mengalami Ventricular Seftal Defect (VSD).
Kejadiannya bermula saat anak kami di PERINA karena bilirubin tinggi dan ditangani oleh dr. Elvietha Alamanda, SpA. dokter Elvietha merasa ada yang aneh dengan detak jantungnya saat distetoskop dan saat itu dokter meminta kami untuk melakukan tes ecocardiografi (USG jantung) pada anak kami dan ditangani oleh dokter spesialis jantung anak dr. Ria Nova SpA (K).
Dan benar saja saat itu dokter Ria Nova mengatakan anak kami mengalami VSD dengan lubang sekitar 3 mm. Saat itu tidak ada tindakan apa2, dokter mengatakan setiap bulan akan di kontrol dan saat usia 3 bulan akan dilakukan test Ecocardiografi lagi. Anak baru lahir masih akan terus berkembang, sehingga diharapkan lubang pada bilik jantungnya tersebut akan sendirinya menutup. selain itu, selama pertumbuhan anak bagus, tidak bermasalah dengan pernafasannya, lingkar kepala normal, maka tidak perlu cemas.
Sekilas tentang VSD.....
Ventracular Septal Defect (VSD) merupakan salah satu penyakit jantung
bawaan. Penyakit jantung bawaan adalah penyakit jantung yang dibawa
sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna pada masa
janin dalam kandungan. Dilaporkan angka kejadiannya sekitar 8 – 10 bayi dari 1000
kelahiran hidup. VSD merupakan kelainan jantung yang diakibatkan adanya lubang pada sekat
antarbilik jantung. Kondisi ini mengakibatkan kebocoran aliran darah
pada bilik kiri dan kanan jantung. Kebocoran yang terjadi mengakibatkan
sebagian darah kaya oksigen kembali ke paru-paru. Akibatnya, darah
rendah oksigen terhalang masuk ke paru-paru. Lubang kecil pada penderita
VSD tidak menimbulkan masalah yang berarti pada anak, tapi lubang yang
besar dapat mengakibatkan bayi mengalami gagal jantung (doktersehat.com)
Ada 2 golongan
yaitu penyakit jantung bawaan tidak biru dan biru. Salah satu contoh
penyakit jantung bawaan yang tidak biru adalah VSD atau Ventricular Septal Defect yaitu lubang pada sekat bilik jantung. Kasus lubang pada sekat bilik jantung, adalah penyakit jantung bawaan tidak biru yang sering ditemukan
pada anak Indonesia. Salah satunya disebabkan karena masih banyak
masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Sehingga saat hamil,
tak bisa memenuhi kebutuhan asupan gizi dan dengan lingkungan hidup yang
sehat. Selain karena kurangnya dukungan gizi,
antara lain merupakan salah satu penyebab tidak sempurnanya pertumbuhan
daerah sekat bilik jantung. Virus toksoplasma, rubella, dan paparan
radioaktif juga turut menyumbang kemungkinan keabnormalan pembentukan
jantung janin. Sedangkan faktor keturunan, walaupun jarang dapat menjadi
penyebab terjadinya Ventricular Septal Defect (meetdoctor.com).
Setelah tiga bulan usia anak kami, kami melakukan tes ekokardiografi yang kedua, dan bolong diantara biliknya mulai menutup menjadi sekitar 2,4 mm. Besar sekali harapan kami bilik jantung ini segera menutup :)
Hasil ecocardiografi kedua dengan lubang sekitar 2,4 mm pada usia 3 bulan
kami selalu rutin setiap bulan melakukan kontrol ke dokter spesialis anak, dan alhamdulillah anak kami pun tidak pernah bermasalah dengan berat badan dan tinggi badannya, malah diatas persentil 90% kalau dilihat di growht chart WHO, dan juga tidak pernah bermasalah dengan pernafasannya.
pada saat usia 1 tahun, kami melakukan tes ekokardiografi lagi, saat itu dokter bulak balik tesnya, laamaaa banget, dan alhamdulillah lubang VSD pada anak kami telah menutup dengan sempurna. Alhamdulillah... kami tidak perlu kontrol2 lagi, alhamdulillah :)
Hasil ecocardiografi ketiga, Alhamdulillah lubangnya telah menutup :)
Sekedar informasi biaya echocardiografi di RSIA Hermina Palembang Rp. 675 ribu, dengan biaya dokter anak Rp 191.000.
Kamis, 26 Maret 2015
Liburan ke Pulau Bangka ^_^
Pulau Bangka itu ga asing buat saya, saya sempat tinggal di Bangka tepatnya di kota Pangkal pinang selama sekitar 7 tahun,tapi itu saat masih kecil dulu sampai umur 7 tahun, jadi tentunya sudah lupa dan benar2 lupa dengan kota Pangkal Pinang. Tapi alhamdulillah masih keep contact dengan teman2 disana :)
Nah awal bulan kemarin kebetulan dapet undangan nikahan dari temen kecil dulu, trus searching2 tiket pesawat dari palembang ke pangkal pinang nemu tiket murah. maka kami putuskan untuk berangkat. Setelah 17 tahun ga menginjakkan kaki di Pangkal Pinang. horee....
Dari Palembang menuju Pangkal Pinang ada beberapa alternatif kendaraan yang bisa ditempuh. Bisa menggunakan speed boat dr pelabuhan Boom Baru menuju mentok dengan harga tiket sekitar Rp. 230 ribu dan dilanjutkan dengan mobil travel ke Pangkal Pinang dengan harga Rp 80.000, waktu tempuh sekitar 6 jam. Selain itu, bisa juga bawa kendaraan sendiri dengan menggunakan kapal Ferri, namun untuk harga kurang tau dan tentunya memakan waktu lebih lama. Sekarang ada penerbangan langsung dari Palembang ke Pangkal Pinang, penerbangannya pun setiap hari dan terdapat dua kali penerbangan. Pukul 6 pagi ada pesawat Lion Air dan Pukul 8 pagi pesawat sriwijaya. dari Pangkal Pinang menuju palembang pesawat lion air pukul 18.15. Harga tiketpun relatif murah, kemarin kami bertiga (1 orang infant) hanya menghabiskan uang 1 juta PP, ditambah sekarang ga bayar airport tax jd cukup murah kan :)
Penerbangan menggunakan pesawat menuju Pangkal pinang dari palembang hanya ditempuh sekitar 30 menit, sebentar sekali rasanya. baru mau tidur eh sudah sampai lagi. hehe.. Ketika pesawat akan mendarat di Bandara Depati Amir terlihat sekali dari bagian atas pulau Bangka banyak lubang2 bekas tambang, indah dipandang, tapi belum tentu indah jika kita disana.. Sayangnya ga sempat foto :'(
Ini foto saat tiba di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang :)
Kami menginap di rumah bi euis yang memang punya hajatan. Bi euis ini sahabatan sama Orang tua saya dari zaman kuliah dulu di IKIP Bandung (sekarang UPI), sama2 tugas ke Pulau Bangka, dan sama2 punya anak pertama cewek, jadi saya dan anaknya yang nikah (d' Uci) sangat dekat dulu. Alhamdulillah disana dikasih satu mobil, jadi kami bisa keliling2 sendiri, tanpa harus merepotkan orang2 sana, dan tentunya tanpa harus merental atau mencari2 angkutan umum. karena FYI di Bangka susah sekali mencari angkutan umum. hehe...
Hari pertama di Pangkal Pinang kami hanya muter2 kota Pangkal Pinang saja dan silaturahmi ke rumah teman2 terdekat saat dulu tinggal disana. kemudian kami ke toko oleh2 Yuna Snack di Simpang 4 air mangkok, arahnya yg menuju ke Pantai pasir padi. Menurut sumber, disana harganya relatif murah dan enak :)
Hari kedua kami bertiga pergi ke sungai liat membawa mobil sendiri (tanpa supir), tau lokasi?? tentu tidak.. hehee baca2 di web tentang objek2 wisata di pulau bangka serta mengandalkan GPS. ehhehe.. berikut saya kasih link yang menuliskan informasi objek wisata dan koordinat GPS nya :) http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/bangka/5-pantai-memikat-wisata-pulau-bangka/1395/
Baiklah saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya selama diperjalanan..
1. Pantai Parai
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah pantai parai, karena dari hasil baca2 pantai ini yg agaknya paling memikat wisatawan. hehehe.. bagi yg belum pernah datang jangan khawatir tersesat, arah2 pantai di sungai liat ini cukup jelas ko. dari jalan utama menuju pantai parai cukup jauh tapi jalannya bagus dan sepi (sampai2 bingung takut tersesat). hehee...
Saat kita sampai di Pantai parai saya cukup terkejut, karena ternyata pantai parai ini merupakan bagian dari Parai Resort and spa yang pengelolaannya oleh swasta. pantas saja pantai ini rapi, bersih, dan indah sekali. Masuk ke pantai Parai dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 25.000 per orang, tapi sebanding ko dengan yang kita dapatkan disana, pemandangannya, bersihnya, dan tentu bisa foto2. hehe.. disana kita tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. tapi dengan harga tiket tersebut kita diberi satu kotak teh botol.
Bagi yg akan membawa anak saya sarankan agar membawa stroller, karena disana jalan setapaknya sudah bagus dan cukup meringankan beban bawaan tentunya. hehee...
Halaman depan Parai Resort and Spa
Subhanallah, maka nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan :)
Di pantai Parai ada semacam dermaga gitu yang bisa kita lalui dan bisa foto2 tentunya :)
Batu yang menjadi ciri khas pantai di Pulau Bangka Belitung :)
Ada kolam renang sebagai fasilitas tambahan dari Parai Resort dan Spa ini :)
Dan tentunya masih banyak keindahan2 lainnya di Pantai ini, subhanallah :)
2. Pantai Matras
Setelah puas memanjakan mata di Pantai Parai, kami menuju pantai matras, tempatnya hanya sekitar 5 km dari pantai Parai, memang letaknya pun bersebelahan sih. Biaya retribusi di pantai matras hanya Rp 3.000 per orang. dan setelah sampai sana, memang terlihat beda pengelola beda pula keindahannya. hehe..
Di pantai matras tidak cukup indah untuk memanjakan mata di banding pantai Parai, tapi disana kita bisa juga ko bermain pasir :) Di Pantai Matras kita bisa membawa makanan dan minuman, disanapun banyak yang berjualan sepeti snack ringan dan kelapa muda. Kami sempat minum air kelapa disana dengan harga Rp 10.000 per buah. Sayangnya di pantai ini tidak ada yang berjualan seafood atau makanan2 berat, entah karena bukan hari libur atau memang jarang peminatnya :(
*bahkan saya lupa memfoto Pantai Matras :D
3. Puri Tri Agung
Setelah dari Pantai Matras kami menuju Puri Tri Agung, lokasinya ada di jalan pulang menuju kota Pangkal Pinang, jadi kami balik arah. Dari jalan utama, Puri Tri Agung ini cukup jauh, jalannya kecil tapi bagus dan memang jarang sekali mobil lewat. Sesaat akan sampai jalanan agak menanjak. Dari Puri Tri Agung kita bisa melihat pantai, memang perjalanan menuju sana melewati banyak pantai2 seperti pantai tanjung pesona, dan juga dekat dengan pantai rebo dan pantai tikus.
Halaman depan Puri Tri Agung
bangunan Puri Tri Agung yang unik :)
4. Pantai Tanjung Pesona
Setelah ke Puri Tri Agung kami balik arah ke jalan pulang dan mampir dulu ke pantai tanjung pesona. Biaya retribusi ke Pantai Tanjung pesona Rp 15.000 per orang, pantai ini cukup bagus ada penginapannya juga, fasilitasnya juga cukup lengkap. Kita bisa membawa makanan dan minuman, di pinggir pantai banyak saung2 untuk tempat makan. Toiletnya pun bagus dan bersih :) Pantai yang bagus setelah pantai parai tentunya :) Disini kita bisa bermain pasir dan banyak juga batu2an :)
Pintu selamat datang di Pantai Tanjung Pesona
View sore hari di Pantai Tanjung Pesona :)
Asyik main pasir :)
5. Pantai Pasir Padi
Pantai ini berada di kota pangkal Pinang, hanya sekitar 7 km dari pusat kota, posisinya berada di simpang empat air mangkok arah menuju bandara Depati Amir. Tempatnya bersih, tapi bebatuan disana sangat sedikit. Tapi kalau ingin bersantai sore hari cukup enak ko, karena tempatnya dekat dengan kota, dan anak2 pun bisa bermain air disini.
View Pantai Pasir Padi
Sekian dulu cerita mengenai liburan kami di Pulau Bangka ya.. next holiday pengen k Belitung, semoga ada kesempatan dan rezekinya. amin :)
Senin, 16 Maret 2015
PERLENGKAPAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI)
Mungkin saya termasuk ibu2 yang riweuh ya, mau MPASI sibuk dan heboh beli ini itu untuk perlengkapan makan anak. Namanya juga anak pertama ya, ingin memberikan yang terbaik. heheh :)
Disini saya akan ulas perlengkapan MPASI yang sebaiknya dibeli atau tidak dibeli berdasarkan pengalaman saya selama memasak MPASI untuk Khaira Aqila :)
1. HOMEMADE BABY FOOD MAKER SET
Perangkat ini cukup efisien karena terdiri dari sendok, ulekan, mangkuk penggiles, mangkuk kecil, mangkuk agak besar, perasan buah jeruk, parutan sederhana, dan saringan. Saya beli merk Pigeon dengan harga sekitar Rp 230.000 di Zhafirah Baby Shop jalan Dr. M. Isa Palembang.
GImana manfaatnya?? Bagi yg memiliki dana lebih silahkan beli, tapi jangan memaksakan, karena saya hanya memakai peralatan ini cukup sebentar. Kalau misalnya di rumah punya parutan buah jeruk kan bisa dipakai, di rumah punya saringan kawat juga bisa di pakai, atau di rumah punya parutan juga bisa dipakai :) atau kalau mau beli bisa jd beli aja saringan kawat, parutan buah atau keju, sama perasan jeruk, harga pasti akan lebih murah dan dapat digunakan saat anak sudah selesai MPASI :)
2. Fedding Set
Perlengkapan fedding set ini berisi piring, mangkok, gelas, dan sendok. Ini sangat bermanfaat dan masih digunakan sampai sekarang usia anak saya 1 tahun. Saya pakai merk Pigeon, kalau harga saya ga tau soalnya kado :) untuk perlengkapan gelas, mangkok, piring yang lucu2 lainnya, itu bisa menyusul sesaat anak telah mulai MPASI sesuai kebutuhan anak :)
3. Slow cooker
alat ini penyelamat buat saya hehe.. karena saya hanya tinggal colokin jam 3 shubuh,, jam 6 pagi sudah mateng dan wanginya harum banget. Slow cooker yang setia menemani saya selama 6 bulan saya beli merk Takahi dengan kapasitas 0,6 l. slow cooker ini saya pilih karena kecil dan bisa saya bawa kemana2. hehe.. Si Takahi ini sudah berapa kali selalu kami bawa traveling :D Takahi saya pakai sampai anak saya usia 1 tahun, karena skg sudah mulai makan nasi :)
4. Training Cup
Training cup ini merupakan gelas dengan 4 step anak berlatih minum air dengan gelas, terdiri dari dot, sedotan, gelas berlubang kecil, sampai gelas biasa.. Saya beli merk Pigeon dengan harga sekitar Rp. 60.000. Tapi sayang, training cup ini ga kepake sama anak saya. hehee dia lebih memilih minum dari gelas dewasa daripada pakai training cup. hehe.. baguslah nak ya :)
5. Talenan dan Pisau
Kalau barang ini saya rasa ibu2 pst pada punya kan di rumah :) kalao mau beli baru ya silahkan, tapi kalau tidak ya rapopo :) kebetulan saya ada kado nikah yg belum kepake, jd bisa dimanfaatin deh :)
6. Panci kecil
Panci kecil ini sangat bermanfaat buat saya, karena anak saya dimasakn terpisah jd biasanya saya pakai panci kecil ini :)
7. Kukusan
Saya sih pakai kukusan yg bisa dipakai jd panci juga, ukurannya pakai yg sedang aja, jd masih bisa dimanfaatin buat kukus mengukus :)
8. mangkok stainless steel
Mangkok tahan panas stainless steel ini bermanfaat untuk mengukus bahan2 makanan bayi, apalagi saat bulan awal MPASI kan banyak makanan yg perlu dikukus terlebih dahulu :)
9. Saringan kawat
kalau ibu2 ga beli babyfood maker mungkin bisa pakai saringan kawat untuk menyaring makanan bayi, saringan ini dipakai ga lama ko, paling cuma 1-2 bulan saja, selebihnya kan bayi sudah mulai naik tekstur :)
10. Grinder
Grinder saya gunakan setelah naik tekstur dari saringan kawat, sebenernya butuh ga butuh sih,, kalau memang masih bisa diulek atau diremes2 pakai tangan sih ga apa2. hehe.. ini saya pakai mungkin hanya sekitar 1 bulan saja :D saya beli merk munckin dengan harga Rp175.000.
11. ice cube atau ice tray
Ini sangat bermanfaat untuk menyimpan kaldu2 yang saya buat atau pure2 untuk stok MPASI di freezer :)
12. wadah2 kecil
wadah2 kecil bertutup ini bermanfaat untuk menyimpan stok MPASI di freezer :)
13. plastik ziplock
Saya memakai plastik ziplock ini untuk menyimpan kaldu2 dan stok2 makanan MPASI di dalam freezer agar tidak memakan tempat dan lebih rapi :) Jadi setelah stok2 kaldu atau pure membeku dalam ice cube maka saya pindahkan ke plastik ziplock *jangan lupa diberi label tanggal dan jenis ya :)
14. aluminium foil
Aluminium foil digunakan saat mengukus makanan2 bayi :)
15. plastik wrap
Saya gunakan untuk menutup makanan2 bayi atau mengemas dan sisa2 makanan bayi
16. termos
Saya pakai termos merk crown berfungsi saat membawa bekal bayi kalau lg traveling :)
17. Buku MPASI
Panduan MPASI saya dari buku karya mamaku koki handal :) bukunya ada 3 --> MPASI perdana cihuy, 99+ Resep rumahan cihuy, dan MPASI travelling :)
Terlihat ribeut tapi ga seribeut yg dibayangkan ko :) pakai peralatan yg dirumah pun bisa sebenernya :) inget memasak makan bayi itu, ga sesulit masak rendang padang *sampe skg saya juga belum bisa masak rendang padang :D
Disini saya akan ulas perlengkapan MPASI yang sebaiknya dibeli atau tidak dibeli berdasarkan pengalaman saya selama memasak MPASI untuk Khaira Aqila :)
1. HOMEMADE BABY FOOD MAKER SET
Perangkat ini cukup efisien karena terdiri dari sendok, ulekan, mangkuk penggiles, mangkuk kecil, mangkuk agak besar, perasan buah jeruk, parutan sederhana, dan saringan. Saya beli merk Pigeon dengan harga sekitar Rp 230.000 di Zhafirah Baby Shop jalan Dr. M. Isa Palembang.
GImana manfaatnya?? Bagi yg memiliki dana lebih silahkan beli, tapi jangan memaksakan, karena saya hanya memakai peralatan ini cukup sebentar. Kalau misalnya di rumah punya parutan buah jeruk kan bisa dipakai, di rumah punya saringan kawat juga bisa di pakai, atau di rumah punya parutan juga bisa dipakai :) atau kalau mau beli bisa jd beli aja saringan kawat, parutan buah atau keju, sama perasan jeruk, harga pasti akan lebih murah dan dapat digunakan saat anak sudah selesai MPASI :)
2. Fedding Set
Perlengkapan fedding set ini berisi piring, mangkok, gelas, dan sendok. Ini sangat bermanfaat dan masih digunakan sampai sekarang usia anak saya 1 tahun. Saya pakai merk Pigeon, kalau harga saya ga tau soalnya kado :) untuk perlengkapan gelas, mangkok, piring yang lucu2 lainnya, itu bisa menyusul sesaat anak telah mulai MPASI sesuai kebutuhan anak :)
3. Slow cooker
alat ini penyelamat buat saya hehe.. karena saya hanya tinggal colokin jam 3 shubuh,, jam 6 pagi sudah mateng dan wanginya harum banget. Slow cooker yang setia menemani saya selama 6 bulan saya beli merk Takahi dengan kapasitas 0,6 l. slow cooker ini saya pilih karena kecil dan bisa saya bawa kemana2. hehe.. Si Takahi ini sudah berapa kali selalu kami bawa traveling :D Takahi saya pakai sampai anak saya usia 1 tahun, karena skg sudah mulai makan nasi :)
4. Training Cup
Training cup ini merupakan gelas dengan 4 step anak berlatih minum air dengan gelas, terdiri dari dot, sedotan, gelas berlubang kecil, sampai gelas biasa.. Saya beli merk Pigeon dengan harga sekitar Rp. 60.000. Tapi sayang, training cup ini ga kepake sama anak saya. hehee dia lebih memilih minum dari gelas dewasa daripada pakai training cup. hehe.. baguslah nak ya :)
5. Talenan dan Pisau
Kalau barang ini saya rasa ibu2 pst pada punya kan di rumah :) kalao mau beli baru ya silahkan, tapi kalau tidak ya rapopo :) kebetulan saya ada kado nikah yg belum kepake, jd bisa dimanfaatin deh :)
6. Panci kecil
Panci kecil ini sangat bermanfaat buat saya, karena anak saya dimasakn terpisah jd biasanya saya pakai panci kecil ini :)
7. Kukusan
Saya sih pakai kukusan yg bisa dipakai jd panci juga, ukurannya pakai yg sedang aja, jd masih bisa dimanfaatin buat kukus mengukus :)
8. mangkok stainless steel
Mangkok tahan panas stainless steel ini bermanfaat untuk mengukus bahan2 makanan bayi, apalagi saat bulan awal MPASI kan banyak makanan yg perlu dikukus terlebih dahulu :)
9. Saringan kawat
kalau ibu2 ga beli babyfood maker mungkin bisa pakai saringan kawat untuk menyaring makanan bayi, saringan ini dipakai ga lama ko, paling cuma 1-2 bulan saja, selebihnya kan bayi sudah mulai naik tekstur :)
10. Grinder
Grinder saya gunakan setelah naik tekstur dari saringan kawat, sebenernya butuh ga butuh sih,, kalau memang masih bisa diulek atau diremes2 pakai tangan sih ga apa2. hehe.. ini saya pakai mungkin hanya sekitar 1 bulan saja :D saya beli merk munckin dengan harga Rp175.000.
11. ice cube atau ice tray
Ini sangat bermanfaat untuk menyimpan kaldu2 yang saya buat atau pure2 untuk stok MPASI di freezer :)
12. wadah2 kecil
wadah2 kecil bertutup ini bermanfaat untuk menyimpan stok MPASI di freezer :)
13. plastik ziplock
Saya memakai plastik ziplock ini untuk menyimpan kaldu2 dan stok2 makanan MPASI di dalam freezer agar tidak memakan tempat dan lebih rapi :) Jadi setelah stok2 kaldu atau pure membeku dalam ice cube maka saya pindahkan ke plastik ziplock *jangan lupa diberi label tanggal dan jenis ya :)
14. aluminium foil
Aluminium foil digunakan saat mengukus makanan2 bayi :)
15. plastik wrap
Saya gunakan untuk menutup makanan2 bayi atau mengemas dan sisa2 makanan bayi
16. termos
Saya pakai termos merk crown berfungsi saat membawa bekal bayi kalau lg traveling :)
17. Buku MPASI
Panduan MPASI saya dari buku karya mamaku koki handal :) bukunya ada 3 --> MPASI perdana cihuy, 99+ Resep rumahan cihuy, dan MPASI travelling :)
Terlihat ribeut tapi ga seribeut yg dibayangkan ko :) pakai peralatan yg dirumah pun bisa sebenernya :) inget memasak makan bayi itu, ga sesulit masak rendang padang *sampe skg saya juga belum bisa masak rendang padang :D
Kamis, 12 Maret 2015
PANDUAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) STANDAR WHO
Setelah lulus ASI eksklusive selama 6 bulan, anak harus mulai dilatih makan, yg awalnya hanya minum ASI atau susu formula cair sekarang harus mulai dilatih sedikit demi sedikit kental dan bertekstur hingga bisa makan makanan keluarga seperti orang dewasa. Proses pemberian MPASI ini susah2 gampang sebenarnya. Sebelum anak saya berusia 6 bulan, saya mulai rajin browsing sana sini, membeli beberapa buku yang terkait dengan MPASI, dan gabung di grup mengenai MPASI.
Saya dapat informasi mengenai MPASI dari grup ASOSIASI IBU MENYUSUI INDONESIA (AIMI), grup HOMEMADE HEALTHY BABY FOOD (HHBF), website MAMAKU KOKI HANDAL, juga membaca buku ciptaan mama2 kece di mamaku koki handal.
Dari membaca beberapa sumber tersebut akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti MPASI standar WHO. Berikut ringkasan dari Panduan MPASI standar WHO:
1. USIA
MPASI harus diberikan pada usia yg tepat yaitu 6 bulan, kalau bingung tanggal berapa bisa juga dengan menghitung pada saat usia anak 180 hari. kenapa MPASI harus diberikan tepat diusia 6 bulan??
2. FREKUENSI, JUMLAH, TEKSTUR
usia 6 bulan --> 1 - 2 kali makan, bubur saring kental (sendok dimiringkan tidak tumpah), takaran 2 - 3 sendok makan (sdm)
usia 6 - 9 bulan --> 2 - 3 kali makan dan 1 kali cemilan, kental tidak mudah dijumput, takaran 125 ml /3 sdm
usia 9 - 12 bulan --> 3 kali makan dan 2 kali cemilan, cincang halus dan mudah dijumput, takaran 125 ml - 200 ml
> 12 bulan --> 3 - 4 kali makan dan 2 kali cemilan, makanan keluarga, 250 ml
Tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua jenis gizi, jadi ibu bisa mengkombinasikan jenis2 makanan, bisa dikombinasi antara buah atau sayur, protein hewani atau protein nabati, dll.. Memulai MPASI bisa dengan apapun, tidak perlu memaksakan karena banyak orang memulai dengan buah misalnya, tetapi sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan.
4. AKTIF / RESPONSIF
Tidak ada istilah makan sambil jalan2, makan sambil nonton TV. Anak harus dibiasakan makan dengan duduk. Kalau anak belum bisa duduk, bisa dipangku tetapi tidak dengan digendong. Melatih anak sejak dini, karena apabila terbiasa makan sambil digendong anak akan terbiasa terus. Saat makan beri senyuman, kata2 positif, dan semangat untuk anak:)
5. HIGIENIS
Pastikan makanan sudah dicuci bersih sebelum dimakan atau dimasak, selain itu ibu dan anak harus mencuci makan sebelum proses makan berlangsung.
Saya dapat informasi mengenai MPASI dari grup ASOSIASI IBU MENYUSUI INDONESIA (AIMI), grup HOMEMADE HEALTHY BABY FOOD (HHBF), website MAMAKU KOKI HANDAL, juga membaca buku ciptaan mama2 kece di mamaku koki handal.
Dari membaca beberapa sumber tersebut akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti MPASI standar WHO. Berikut ringkasan dari Panduan MPASI standar WHO:
1. USIA
MPASI harus diberikan pada usia yg tepat yaitu 6 bulan, kalau bingung tanggal berapa bisa juga dengan menghitung pada saat usia anak 180 hari. kenapa MPASI harus diberikan tepat diusia 6 bulan??
- sistem imun bayi < 6 bulan belum sempurna, sehingga pemberian MPASI dini akan membuka gerbang masuknya kuman2 ke dalam tubuh bayi
- ibu akan kesulitan mempertahankan produksi ASI karena bayi yg telah MPASI akan berkurang frekuensi menyusuinya
- enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, amilase akan terproduksi sempurna pada usia bayi > 6 bulan
- mengurangi adanya alergi pada bayi akibat makanan, karena sel2 sekitar usus pada bayi usia < 6 bulan belum siap menerima kandungan makanan
- ASI eksklusive selama 6 bulan mencegah anak obesitas
2. FREKUENSI, JUMLAH, TEKSTUR
usia 6 bulan --> 1 - 2 kali makan, bubur saring kental (sendok dimiringkan tidak tumpah), takaran 2 - 3 sendok makan (sdm)
usia 6 - 9 bulan --> 2 - 3 kali makan dan 1 kali cemilan, kental tidak mudah dijumput, takaran 125 ml /3 sdm
usia 9 - 12 bulan --> 3 kali makan dan 2 kali cemilan, cincang halus dan mudah dijumput, takaran 125 ml - 200 ml
> 12 bulan --> 3 - 4 kali makan dan 2 kali cemilan, makanan keluarga, 250 ml
- takaran dapat disesuaikan dengan selera bayi, tingkatkan takaran secara bertahap.
- kenaikan tekstur dilakukan secara bertahap, btekstur bisa maju dan mundur sesuaikan dengan anak masing2
Tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua jenis gizi, jadi ibu bisa mengkombinasikan jenis2 makanan, bisa dikombinasi antara buah atau sayur, protein hewani atau protein nabati, dll.. Memulai MPASI bisa dengan apapun, tidak perlu memaksakan karena banyak orang memulai dengan buah misalnya, tetapi sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan.
4. AKTIF / RESPONSIF
Tidak ada istilah makan sambil jalan2, makan sambil nonton TV. Anak harus dibiasakan makan dengan duduk. Kalau anak belum bisa duduk, bisa dipangku tetapi tidak dengan digendong. Melatih anak sejak dini, karena apabila terbiasa makan sambil digendong anak akan terbiasa terus. Saat makan beri senyuman, kata2 positif, dan semangat untuk anak:)
5. HIGIENIS
Pastikan makanan sudah dicuci bersih sebelum dimakan atau dimasak, selain itu ibu dan anak harus mencuci makan sebelum proses makan berlangsung.
Langganan:
Postingan (Atom)
















