Tampilkan postingan dengan label ASI (Air Susu Ibu). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI (Air Susu Ibu). Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2015

MEMBAWA AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) DARI LUAR NEGERI

Sudah enam bulan berlalu, tapi semoga ga basi ya materinya :)

Bulan November 2014 lalu, saya dinas keluar negeri tepatnya ke  Phillipina selama lima hari enam malam. berhubung ini dinas keluar negara jadi bayi saya yang saat itu berusia 9 bulan dengan sangat terpaksa tidak saya bawa. untuk apa saja yang harus dipersiapkan selama meninggalkan bayi saya dan persiapan keberangkatan sudah saya posting sebelumnya ya :)
http://alchemiputrijk.blogspot.com/2015/04/tips-meninggalkan-bayi-asi-dirumah.html

Perjalanan saya sampai ke hotel dari rumah berkisar antara 15 jam, karena saya dari palembang menuju jakarta terlebih dahulu sebelum dilanjutkan terbang ke Phillipina.. Selama 15 jam tersebut tentu saja saya harus melakukan ritual pumping. Perlengkapan yang saya bawa diluar hanya coolerbag, collerbox saya masukkan ke dalam koper saat berangkat. Didalam coolerbag saya membawa icegel sebanyak 4 buah, dan coolerbag tersebut sudah saya alasi kertas koran (dari yang saya baca bisa menahan dingin lebih lama).

Dari Palembang menuju Jakarta saya sengaja mengambil pesawat menjelang malam alias jam 6 sore, karena semakin lama saya berangkat waktu saya bersama bayi saya lebih lama. Saya sengaja mengambil pesawat Garuda Indonesia yang jarang kena delay, supaya tidak cemas ketinggalan pesawat Jakarta - Phillipina. Pesawat dari jakarta menuju phillipina jam 00 malam menggunakan Phillipines Airlines. Pada saat menunggu waktu check in pesawat Phillipines airlines saya mencoba pumping di nursery room, saat itu ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam coolerbag yang saya bawa ke dalam kabin.

Saat masuk ke security check kedua  bandara Soeta sempat ditanya bawa cairan apa? dan saya bilang itu ASI, petugaspun mengerti. tetapi sebelumnya saya sudah menyiapkan dokumen surat izin membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA), surat keterangan menyusui dari dokter anak, dan peraturan2 membawa ASIP pada penerbangan (karena ini keluar negeri, tentu saya bawa berbahasa inggris ya :)

Ketika sampai di bandara Phillipines ternyata tidak ada security check disana, kita hanya dilakukan pengecekan passport, setelah itu ambil bagasi dan keluar, jadi aman :)

Penerbangan Jakarta - Phillipines membawa ASIP aman,, bagaimana dengan penerbangan pulang?? hehee...

agar ibu lebih tenang ada baiknya mencari hotel dengan fasilitas refrigerator atau chiller di dalam kamar atau minimal dapur hotel bersedia dititipin ASIP. Bagaimana dengan sayaa??

Saat itu, hotel dicarikan oleh pihak kantor via online, saya coba menghubungi hotel ketika masih di Indonesia tetapi tidak bisa, jadi saya hanya pasrah. tetapi saya sudah menyiapkan wadah2 untuk nantinya bisa menitipkan ASIP ke kulkas dapur hotel.. Box plastik bertuliskan "BREASTMILK, KEEP FREEZE!!!, nama, dan nomor kamar". Saya menginap di Las Palmas hotel, Manila City dan alhamdulillah didalam kamar terdapat kulkas satu pintu dengan freezer yang dingin, sehingga icegel dan icepack bisa beku dengan sempurna :)

Bagaimana dengan kegiatan memompa saya selama disana??
kegiatan memompa saya disana tidak rutin, karena acara konferensi bukan di hotel saya walaupun jaraknya agak dekat, tetapi waktu konferensi yang padat membuat saya hanya pumping saat pagi sebelum berangkat, siang saat istirahat shalat, sore saat pulang acara, dan malam sebelum tidur. Pernah sehari kami fieldtrip dari pagi sampai malam dan saya tidak pumping, rasanya seperti mau pecah. hehee... karena saya tidak nyaman pumping di toilet dan juga disana susah mencari mushola (bahkan ga ada, hehee) jadi ritual pumping hanya saya lakukan di kamar hotel saja..

Karena saya yang malas2an pumping, saat itu saya hanya membawa sekitar 20 kantong plastik ASIP berukuran 100 ml.

Bagaimana cara membawanya??
Waktu akan pulang hotel saya harus check out jam 12 siang, sedangkan penerbangan pulang jam 6 sore. Alhamdulillah senior di kantor belum pulang, sehingga saya menitipkan ASIP beserta barang2 saya ke kamar beliau bahkan ke kulkasnya. heheh dan saya bisa bebas jalan2 tanpa membawa2 gembolan barang. hehee... tetapi sebelum semua itu dititipkan saya sudah bungkus semuanya dengan rapi, sehingga saat akan ke bandara sore hari tinggal bawa.

Karena saat itu saya buru2, jadi tidak sempat memfoto step by step cara membungkus ASIP, huhu.. semoga dengan penjelasan kalimat bisa mudah dimengerti :)
1.ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam kantong plastik ASIP karena saya di Phillipina hanya 6 hari jadi tidak ada yg saya bekukan, hanya saya masukkan dalam chiller saja, ASIp dalam kantong plastik tsb saya bungkus dengan aluminium foil yang sudah saya bawa sebelumnya dari Palembang. berdasarkan informasi yg saya baca, aluminium foil bisa membuat dingin lebih lama.

2. Coller box dan cooler bag saya lapisi dengan koran pada setiap bagian sisinya, agar daya dingin didalamnya bisa lebih lama (korannya sudah saya bawa dari palembang)

3. ASIP, ice gel, dan icepack saya masukkan kedalam cooler box dan cooler bag, kemudian bagian atasnya saya tutup kembali dengan kertas koran.

4. pada bagian luar cooler box saya lakban agar kuat kemudian saya beri plastik wraping hingga semuanya tertutup rapi (lakban dan plastik wraping saya bawa dari Palembang)

5. Setelah semuanya rapi kemudian saya tempel kalimat "BREASTMILK, KEEP IT FROZEN!!, nama, tujuan, dan no HP" dan itu saya beri lakban.

6. Untuk cooler box saya  masukkan dalam bagasi, dan coolerbag saya bawa kedalam kabin, karena saya berencana akan memompa selama perjalanan dan transit.

Perjalanan saat check in di Phillipina alhamdulillah tanpa hambatan dan ASIP yang dibawa lancar2 saja.. Saya mengeluarkan ASIp dari kulkas di Phillipina pada jam 5 sore, dan sampai di rumah Palembang jam 8 pagi. Bagaimana dengan ASIP2 saya?? alhamdulillah ASIP masih dingin dan aman,, karena di pesawat suhu udara dingin, dan suhu di bagasi lebih dingin dibanding di kabin. Hanya cooler box saya saja yg gantungannya patah :'( tapi tak masalah, yg penting ASIP aman, hihi...

Ini foto ASIP yang berhasil saya bawa ke Indonesia dari Phillipina :)


Sekian informasi membawa ASIP dari luar negeri,, semoga bermanfaat :)



Senin, 27 April 2015

TIPS MENINGGALKAN BAYI ASI DIRUMAH SELAMA SEMINGGU

Bulan November 2014 lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk dinas luar ke Phillipina, saat saya mendapat tugas ini ada perasaan yang berkecamuk, diambil apa tidak?? ini kesempatan yang jarang bisa berangkat tetapi ada si kecil yang saat itu masih berumur 9 bulan menunggu dirumah dan tidak pernah saya tinggal semalampun bersama orang. Setiap saya dinas masih didalam negeri, pasti saya bawa dengan segala kerempongannya tentu. hehee... Tapi kalau dinas keluar negeri sangat susah membayangkan harus ikut dibawa juga, tentu pertimbangan biaya, pengasuh saat saya pergi dinas, juga akomodasi disana. 

Atas izin dari suami dan orang tua yang dengan sukarela akan datang ke Palembang buat menjaga, saya pun berangkat ke Phillipina.

Berangkat dinas ini tidak sekedar berangkat tentunya, karena banyak sekali yang harus saya persiapkan, selain materi presentasi disana tentunya.. Hal-hal yang saya persiapkan adalah:

1. Bicara dengan bayi disetiap kesempatan
    Setelah tahu saya akan dinas, saya selalu bilang ke bayi saya kapanpun dan dimanapun, terlebih saat menyusui. "Dek, mama nanti mau pergi kerja agak lama ya ga pulang, dedek nanti mimik pake dot dulu ya, nanti bobo sama oma dulu ya, jangan rewel ya, jangan nangis, mau makan ya". pokoknya saya selalu sugestikan kalimat2 positif saat itu. and its work :)

2. Karena masih ASI tentu saja kita harus menyiapkan ASI yang akan diminum si kecil selama kita pergi
     Karena saya memang sudah punya stok ASIP, saya tidak begitu kejar target dengan ini,, tapi tetap saya lebih rutin pumping karena tetap harus meninggalkan stok ASIP cukup banyak. Bagi ibu2 yang akan meninggalkan bayinya, mungkin bisa dipersiapkan sejak jauh2 hari waktu keberangkatan.

3.  Melatih orang2 yang akan dititipkan bayi kita
     Karena bayi saya MPASI homemade no gula garam, jadi saya benar2 mewanti2 kepada yang akan menjaga anak saya. bahkan saat itu, saya membuat tata cara memasak  makanan bayi menggunakan slowcooker, kukusan, tumisan, dll.. memang terlihat rempong, tapi demi kenyamanan dan ketenangan hati saya saat pergi. 
     Selain makanannya, tata cara pemberian ASIP, cara mencairkan ASIP, cara menghangatkan ASIP, cara sterilisasi botol2 saya buat. karena selama ini, saya selalu menyiapkan semuanya. intinya sedetail mungkin bisa kita siapkan untuk yang dirumah. 

4. Perlengkapan memompa ASI
    Karena saya meninggalkan rumah selama 6 hari, saya membawa 1 coolerbox ukuran 5 liter, dan 1 coolerbag, 6 icegel, 2 icepack, koran, plastik wraping, aluminium foil, apron menyusui, pompa asi, sabun pencuci botol.

5. Surat keterangan menyusui dari dokter, dokumen2 peraturan membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA)
     Sebenarnya membawa ASIp sudah jelas tertera dalam peraturan penerbangan yang diterbitkan TSA, tetapi agar lebih tenang dan belum tentu semua petugas paham dengan peraturan tersebut lebih baik kita menyiapkan dokumen2 tersebut. Saya membawa surat keterangan menyusui dan membawa ASIp yang ditandatangani oleh dokter kandungan dan oleh dokter anak. Selain itu, saya membawa print out peraturan2 TSA tersebut, sekaligus saya bawa peraturan dr airlines pesawat yang akan kita tumpangi.

6. Siapkan media komunikasi
    Agar kita tenang siapkan media komunikasi sebelum berangkat, misal mau pakai skype, YM, atau viber, lebih baik disiapkan sebelum berangkat dan dicoba terlebih dahulu.

7. Siapkan mental ibu
    Ini sangat penting, ibu yang tenang meninggalkan bayinya dirumah tidak ingat terus akan membuat anak juga tidak rewel. Saya berusaha  tidak mengingat2, untungnya kegiatan disana cukup padat jadi saat sampai hotel saya sudah cukup lelah, sehingga tidak ada waktu untuk bergalau2 ria/ hehehe...
    Kalau ibu kangen bisa videocall dan melihat foto bayinya tentu..

Selamat dinas luar ya ibu2 semua,, yakinkan kalau bayi kita akan baik2 saja di rumah :)

Bagaimana saya bisa membawa ASIP keluar negeri dan dari luar negeri, akan saya posting berikutnya :)

Kamis, 12 Maret 2015

HOREEEEE LULUS S1 ASIX :)

Alhamdulillah akhirnya Khaira Aqila Hevea Putri lulus S1 ASIX, alhamdulillah selama 6 bulan menyusui dan memberi ASIP untuk Khaira Aqila tidak ada masalah yg begitu berarti. Papanya Khaira Aqila yg sangat mendukung, juga oma, opa, akas, tombay yg mendukung dan ga pernah ikut campur ini itu. hehee...

Alhamdulillah berkat pemberian ASI eksklusive anak kami tidak pernah sakit yg sampai dibawa ke dokter, selama 6 bulan pertama kelahirannya hanya pernah sekali demam diatas 38oC, namun setelah skin to skin, diberi parasetamol drop, dan digempur ASI langsung sembuh :)

Horeee sudah lulus ASIX mari kita mulai belajar makan yaa :)

Sertifikasi Lulus S1 ASIX dari AIMI :)

MANAJEMEN ASIP (Air Susu Ibu Perah)

Materi manajemen ASIP ini saya peroleh dari membaca artikel di Facebook Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) juga saya baca di buku Ayah ASI. Sangat berterima kasih kepada kedua sumber tsb yang memberikan materi ringkas dan mudah dipahami. Alhamdulillah bisa mengaplikasikan ilmu tersebut dan Khaira Aqila bisa mendapatkan haknya sampai S2 ASI, semoga bisa sampai usia 2 tahun nanti. amin :)

Manajemen ASIP yang akan saya tulis disini adalah yang saya pahami dan dapatkan dari kedua sumber tsb serta yang saya praktekan dalam memberikan ASIP kepada anak saya. cekidot...

PRINSIP DASAR ASIP
  • Semakin dingin maka semakin lama ASIP dapat disimpan --> saya biasanya simpan ASIP di freezer dengan tingkat kedinginan paling dingin :)
  • Hindari peningkatan/ penurunan suhu secara drastis --> saya menyimpan ASIP hasil pumping ke dalam cooler bag isi ice gel, setelah sampai rumah saya masukkan ke kulkas bawah terlebih dahulu, kemudian apabila untuk stok baru saya naikkan ke freezer. begitupun sebaliknya, apabila ingin mencairkan ASIP saya menyimpan ASIP beku ke kulkas bawah terlebih dahulu, setelah mencair baru diberikan ke anak saya (setelah dihangatkan)
  • ASIP beku yg sudah mencair lebih dari 50% tidak boleh dibekukan lagi
  • ASIP yg sudah dihangatkan tidak boleh dihangatkan kembali
  • ASIP yang masuk ke freezer hanya untuk digunakan pada waktu lebih dr 8 hari --> jadi kalau mau dipakai dlm seminggu ke depan lebih baik disimpan di kulkas bawah saja :)

DAYA TAHAN PENYIMPANAN ASIP

(Sumber: Artikel AIMI, Manajemen ASIP)

MEDIA PENYIMPANAN ASIP
  • Botol kaca --> sisa ASIP cenderung tidak menempel pada kaca, dan pastikan tertutup rapat, karena tutup botol yang terbuat dr bahan karet biasanya sering lepas
  • botol plastik atau kantong plastik --> pastikan BPA free dan memiliki mutu yg baik
  • sebelum digunakan pastikan telah dicuci bersih, direbus dengan air, atau disterilkan dengan alat steril, dan dikeringkan
  • sesuaikan takaran ASIP di botol dengan kebiasaan bayi minum --> misalkan bayi biasa minum setiap kali minum ASIP adalah 80 ml, maka ASIP yg kita masukkan jg sejumlah itu, dikarenakan agar tidak terjadi pembuangan ASIP atau penghangatan ASIP kedua kali. biasanya bayi lebih menyukai ASIP yg fresh.
MENCAIRKAN DAN MENGHANGATKAN ASIP
  • ASIP beku dari freezer dicairkan terlebih dahulu di dalam kulkas selama 12 jam --> biasanya saya menyimpan ASIP beku ke chiller sore hari dan paginya ASIP sudah mencair
  • apabila lupa menurunkan ASIP beku bisa mengaliri botol ASIP beku dengan air, merendam botol ASIP dengan air yang lebih hangat beberapa kali hingga ASIP mencair.
  • hindari melakukan pencairan ASIP dengan suhu yg drastis, perubahan suhu yg bertahap dapat menjaga kandungan ASIP.
  • ASIP yang sudah cair (>50%) tidak dapat dicairkan kembali, tetapi bisa disimpan selama 24 jam.
  • Tidak ada aturan yang emnyatakan bahwa ASIP harus dihangatkan, apabila bayinya suka ASIP dingin tidak masalah untuk langsung diberikan. kalau pengalaman saya, anak saya bisa diberikan ASIP hangat maupun ASIP dingin :)
  • ASIP tidak boleh dihangatkan di microwave atau kompor karena dapat merusak kandungan ASIP akibat pemanasan, selain itu, dapat menimbulkan bintik panas dalam ASI yang dapat menyebabkan luka bakar di mulut dan kerongkongan bayi
  • ASIP hanya boleh dihangatkan maksimal pada suhu 40oC
  • Apabila ingin cepat bisa menggunakan bottle warmer dalam menghangatkan ASIP, banyak merk bottle warmer yang dijual di pasaran. saya menggunakan bottle warmer merk crown dengan harga Rp 110.000 di little dot Jln Bangau no 16 Palembang.  Cara penggunaannya biarkan botol ASIp diletakkan ke dalam bottle warmer, kemudian setting pada suhu 40oC (atau ada gambar dot), bottle warmer akan menghangatkan ASI dengan suhu bertahap. setelah hangat ambil botol ASIP dan berikan ke bayi.
MENGGABUNGKAN ASIP
Awal2 memompa ASI mungkin akan memperoleh hasil yang sedikit, saya pun demikian, awal2 mompa saya hanya dapat 20 ml, kemudian 50 ml, 100 ml, bahkan bisa mencapai 200 ml saat sudah mulai rutin mompa.
hasil pompa yg 20 ml itu tentu tanggung apabila langsung dimasukkan ke freezer, oleh karena itu bisa kita gabungkan dengan ASIP hasil perah berikutnya dengan syarat jarak waktu antar perah < 24 jam.
ASIP hasil perah pertama dimasukkan ke dalam botol dan disimpan di chiller (kulkas bawah), begitupun ASIP hasil perah kedua, ketiga, dst. Setelah suhu ASIP sama bisa digabungkan dan diletakkan di freezer apabila untuk stok. Toidak boleh menggabungkan ASIP yang telah beku, atau yg telah dihangatkan.

MANAJEMEN ASIP STOK
1. Jangan lupa beri tanggal, waktu perah, dan volume ASP yang diperoleh pada botol
    Berikan keterangan tanggal perah, waktu atau jam perah, dan jumlah hasil yang diperoleh saat memerah. hal tersebut memudahkan kita dalam penyimpanan.

2. Membuat tabel stok ASIP yang berisi no-tanggal-jenis botol-dan keterangan
    hal ini untuk memudahkan dalam mengambil stok2 ASIP di kulkas, karena stok yang diambil sebaiknya first in first out yaitu ASIP yang pertama kali kita masukkan merupakan ASIP yang akan kita ambil pertama juga. keterangan jenis botol memudahkan kita dalam melakukan pengambilan, sehingga tidak perlu lg mencari botol2 lainnya untuk melihat satu persatu tanggal. tabel keterangan saya isi dengan tanggal pengambilan, jadi kita tidak perlu mencari lg botol2 yang sudah terambil. Hal ini juga dapat membantu kita dalam mengetahui jumlah stok yang masih terdapat di dalam freezer.

3. Memberi ASI fresh dan stok pada bayi
    Saya biasa memberi ASI fresh hasil perah hari ini dan dari stok freezer untuk minum ASI bayi esok harinya. Misalkan bayi dalam sehari saat kita tinggal kerja menghabiskan 4 botol ASIP, maka saya akan menyiapkan 2 botol dari ASIP fresh hasil pumping kemarin, dan 2 botol dari ASIP beku freezer. Hal tersebut untuk menjaga asupan kandungan ASIP yang diperoleh bayi. Bukannya ASIP fresh lebih bagus, jd supaya seimbang saya lebih memilih seperti itu.

Demikian cerita mengenai Manajemen ASIP yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat. Salam ASI :)