Tampilkan postingan dengan label Persiapan Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiapan Melahirkan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2015

Bayiku didiagnosis Ventricular Seftal Defect (VSD)

Siapa sih yang ga akan shock, stress, kaget, dan campur aduk perasaannya, saat baru melahirkan, kemudian anak masuk PERINA karena bilirubin tinggi, kemudian bilirubin tersebut ga turun2, dan diduga ada yg aneh dengan jantungnya saat distetoskop oleh dokter anaknya :'(

iya ITU SAYA...

Saya mengalami perasaan yang campur aduk saat itu, dimana kondisi saya belum pulih pasca melahirkan dan anak kami divonis mengalami Ventricular Seftal Defect (VSD).

Kejadiannya bermula saat anak kami di PERINA karena bilirubin tinggi dan ditangani oleh dr. Elvietha Alamanda, SpA. dokter Elvietha merasa ada yang aneh dengan detak jantungnya saat distetoskop dan saat itu dokter meminta kami untuk melakukan tes ecocardiografi (USG jantung) pada anak kami dan ditangani oleh dokter spesialis jantung anak dr. Ria Nova SpA (K).

Dan benar saja saat itu dokter Ria Nova mengatakan anak kami mengalami VSD dengan lubang sekitar 3 mm. Saat itu tidak ada tindakan apa2, dokter mengatakan setiap bulan akan di kontrol dan saat usia 3 bulan akan dilakukan test Ecocardiografi lagi. Anak baru lahir masih akan terus berkembang, sehingga diharapkan lubang pada bilik jantungnya tersebut akan sendirinya menutup. selain itu, selama pertumbuhan anak bagus, tidak bermasalah dengan pernafasannya, lingkar kepala normal, maka tidak perlu cemas.

hasil ecocardhiografi pertama pada saat baru lahir dengan lubang sekitar 3 mm


Sekilas tentang VSD.....

Ventracular Septal Defect (VSD) merupakan salah satu penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna pada masa janin dalam kandungan. Dilaporkan angka kejadiannya sekitar 8 – 10 bayi dari 1000 kelahiran hidup. VSD merupakan kelainan jantung yang diakibatkan adanya lubang pada sekat antarbilik jantung. Kondisi ini mengakibatkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan jantung. Kebocoran yang terjadi mengakibatkan sebagian darah kaya oksigen kembali ke paru-paru. Akibatnya, darah rendah oksigen terhalang masuk ke paru-paru. Lubang kecil pada penderita VSD tidak menimbulkan masalah yang berarti pada anak, tapi lubang yang besar dapat mengakibatkan bayi mengalami gagal jantung (doktersehat.com)

Ada 2 golongan yaitu penyakit jantung bawaan tidak biru dan biru. Salah satu contoh penyakit jantung bawaan yang tidak biru adalah VSD atau Ventricular Septal Defect yaitu lubang pada sekat bilik jantung. Kasus lubang pada sekat bilik jantung, adalah penyakit jantung bawaan tidak biru yang sering ditemukan pada anak Indonesia. Salah satunya disebabkan karena masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Sehingga saat hamil, tak bisa memenuhi kebutuhan asupan gizi dan dengan lingkungan hidup yang sehat. Selain karena kurangnya dukungan gizi, antara lain merupakan salah satu penyebab tidak sempurnanya pertumbuhan daerah sekat bilik jantung. Virus toksoplasma, rubella, dan paparan radioaktif juga turut menyumbang kemungkinan keabnormalan pembentukan jantung janin. Sedangkan faktor keturunan, walaupun jarang dapat menjadi penyebab terjadinya Ventricular Septal Defect (meetdoctor.com).

Setelah tiga bulan usia anak kami, kami melakukan tes ekokardiografi yang kedua, dan bolong diantara biliknya mulai menutup menjadi sekitar 2,4 mm. Besar sekali harapan kami bilik jantung ini segera menutup :)

Hasil ecocardiografi kedua dengan lubang sekitar 2,4 mm pada usia 3 bulan

kami selalu rutin setiap bulan melakukan kontrol ke dokter spesialis anak, dan alhamdulillah anak kami pun tidak pernah bermasalah dengan berat badan dan tinggi badannya, malah diatas persentil 90% kalau dilihat di growht chart WHO, dan juga tidak pernah bermasalah dengan pernafasannya.

pada saat usia 1 tahun, kami melakukan tes ekokardiografi lagi, saat itu dokter bulak balik tesnya, laamaaa banget, dan alhamdulillah lubang VSD pada anak kami telah menutup dengan sempurna. Alhamdulillah... kami tidak perlu kontrol2 lagi, alhamdulillah :)

Hasil ecocardiografi ketiga, Alhamdulillah lubangnya telah menutup :)

Sekedar informasi biaya echocardiografi di RSIA Hermina Palembang Rp. 675 ribu, dengan biaya dokter anak Rp 191.000.


Rabu, 04 Maret 2015

Bilirubin ohh bilirubin,, Perina ohh perina :'(

Sebenernya ini cerita yang sudah lama bgt,, sudah setahun yang lalu.. tapi untuk berbagi pengalaman mungkin bisa dibagikan ke teman2 semua :)

Ini cerita mengenai kadar bilirubin bayi kami setelah lahir..
Dua hari setelah melahirkan saya telah diizinkan oleh dokter kandungan untuk pulang ke rumah dari RS,, tentu senang dong.. dan kamipun sudah siap2 untuk pulang.. saat itu bayi kami sedang dibawa ke ruang perwatan bayi untuk diperiksa oleh dokter anak..

Tapi ternyata dokter anak mengatakan bahwa kadar bilirubin bayi kami tinggi (saat itu sekitar 20 mg/dL kadar bilirubinnya) sehingga perlu diberikan fototerapi dengan bluelight di ruang Perina. Itu rasanya sedih sekali lo,, ga berenti2 nangis saat itu :'(

Kebayang kan bayi kecil yang baru keluar dari perut ibunya, harus terpisah tempat tidur..
Berhubung waktu itu masih awam dan ga ngerti banget ya.. akhirnya nyerah dan pasrah aja bayi kami masuk Perina dan dilakukan fototerapi.

Penyinaran dengan bluelight pada bayi hanya boleh dilakukan 3x24 jam, dan apabila kadar bilirubin tidak turun2 maka bayi harus melakukan penyinaran kembali setelah satu hari diistirahatkan dari penyinaran.
Bayi kami mendapatkan penyinaran selama 3x24 jam, dan kami tetap menginap di RS selama bayi kami masuk Perina. selama itu saya selalu dan tak henti2nya pumping supaya mendapat pasokan ASI yang banyak untuk bayi kami,, waktu itu dapat ASI 20 ml saja sangat senang sekali..

Ternyata fototerapi itu malah membuat fisiologis si ibu semakin down pasca melahirkan,, karena bayi yang diberikan sinar bluelight pasti kepanasan dan membutuhkan cairan yg lebih dibandingkan pada saat normal kan,, padahal saat itu si ibu sedang down, stres, atau mungkin kelelehan, hal itu membuat ASI yang dikeluarkan akan berkurang pastinya.

Hampir satu jam sekali suster dari Perina memanggil ke kamar karena bayi kami menangis kehausan,, dan saat itu pun saya langsung ke Perina,, padahal Perina berada satu lantai dibawah kamar kami.. Rasanya lelah, stres, down, luka pasca jahitan melahirkan, sampai2 ada suatu malam saya sudah kelelahan bulak-balik ruang Perina mengharuskan menggunakan kursi roda.

Pada malam ketiga di perina, bayi kami tak henti2nya menangis kehausan dan saya sudah sangat stres saat itu, saya tau suami dan ibu saya pun mungkin sangat kelelahan  sampai2 mereka tertidur di ruang tunggu Perina. Saat bayi menangis kencang seperti itu,, kondisi fisik saya yg lemah, ASI saya yang tidak keluar karena kelelahan dan stres membuat kami semakin panik. dan akhirnya saya menyerah,, saya bilang ke suami untuk mengikhlaskan anak saya minum susu formula sembari saya memompa dan beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh saya.. Dan kamipun menandatangani surat persetujuan pemberian susu formula,, saat itu bayi kami hanya meminum susu formula sekitar 120 ml selama di Perina.

Setelah tiga malam dilakukan penyinaran bluelight, kadar bilirubin bayi kami  sudah cukup normal (kadar bilirubin 12 mg/dL), dan kami pun bisa membawanya ke rumah. sebenarnya saat itu dokter menyarankan kami untuk kembali besok dan melakukan penyinaran lg, tapi kami bertekad tidak akan membawanya kembali untuk di fototerapi. hehe.. 

Maka terapi manual yang saya lakukan dirumah adalah:
  • selalu mejemur bayi saya pada pagi hari sebelum jam 09.00 WIB setiap harinya sampai usianya 40 hari *jangan lupa matanya ditutup
  • menyusui langsung dan kapanpun bayi mau sesering mungkin
  • menghindari bebauan seperti pewangi baju, pewangi ruangan, bedak, minyak wangi, dll.

 foto waktu di Perina dengan fototerapi  bluelight

untuk mengetahui penyebab kadar bilirubin tinggi bisa dibaca artikel dibawah ini:
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/penyebab.bilirubin.tinggi/001/001/1880/14/1
http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/413-penyakit-bayi-kuning.html

Rabu, 25 Februari 2015

Barang apa saja yang harus di bawa ke RS saat melahirkan??

Setelah memasuki usia kehamilan 38 week biasanya kita harus sudah siap dengan barang-barang yang akan dibawa ke RS, karena pada minggu-minggu tersebut bisa kapan saja kita melahirkan (untuk yang berencana lahiran SC mungkin sudah tau kapan tanggal melahirkan ya).
Nah,, sebelum menyiapkan perlengkapan perang untuk dibawa ke RS, kita harus tau dulu akan lahiran dimana, karena ada beberapa RS yang sudah menyediakan baju ibu saat persalinan, juga menyediakan baju bayi selama di RS. dengan fasilitas tersebut, jadi kita kan tidak perlu repot2 bawa banyak perlengkapan ke RS kan. hehee.. :) oleh karena itu,, saat usia kandungan 7 bulan, bisa tuh seklaian survey2 tempat persalinan :)
Berikut saya list-kan kebutuhan yang kita bawa ke RS.

KEBUTUHAN BAYI
  • Baju bayi sekitar 5 stel (*baju untuk pulang dr RS jgn lupa :)
  • bedong, pernel, kain popok
  • sarung tangan + kaki + topi bayi
  • handuk bayi
  • selimut bayi
  • perlengkapan mandi bayi
  • diapers newborn
  • gendongan
KEBUTUHAN IBU + AYAH
  • baju ibu dan ayah (untuk ibu jgn lupa bawa baju berkancing, untuk memudahkan saat dipasang infus juga saat menyusui)
  • handuk
  • gurita ibu
  • pembalut maternity
  • perlengkapan mandi
  • selimut
  • bra menyusui
  • cd hamil
  • kain sarung (bawa dalam jumlah agak banyak, takut pendarahan)
  • kosmetik (setelah melahirkan biasanya pucat, jadi dandan lebih baik takut ada tamu hehe )
  • cemilan (*nah untuk yg satu ini kadang suka lupa,, jd belilah cemilan sebelum pergi k RS)
  • KTP, ATM, kartu2 identitas siapa tau mau langsung buat akte kelahiran
  • previladge card RS (kalau sudah mendaftar persalinan di RS)
PErlengkapan ini bisa saja dikurangi atau ditambah ya,, ini berdasarkan pengalaman saja, kalau memungkinkan bawa bantal, karpet, breastpump, ya silahkan... tp yg terpenting perlengkapan2 ini sudah di packing dan disimpan ditempat yang mudah dijangkau, karena pd saat kontraksi datang tentu saja kita tidak akan ingat akan bawa apa2 saja, jd susun dari mendekati waktu persalinan (kalau saya dr usia kanudngan 8 bulan), dan katakan sama suami ini barang2 yang harus di bawa k RS>

List Kebutuhan Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Sudah lama sekali rasanya tidak posting, maklum berhubung doublejob sebagai IRT dan workingmom, jd agak2 lupa posting di blog.
hari ini saya akan posting mengenai perlengkapan bayi, barangkali ini bermanfaat bagi new mom seperti saya dulu. karna seringkali banyak ibu2 baru kalap kalau lihat di mall2 banyak baju yg lucu2, padahal seringkali itu tidak bermanfaat saat anak kita lahir. banyak calon2 ibu yang tanya sama saya, apa sih perlengkapan bayi yang kita butuhkan diawal2 persalinan??
berdasarkan pengalaman saya maka saya tulis saja di blog ini, barangkali bisa bermanfaat bagi ibu2 baru seperti saya juga :)
KEBUTUHAN UTAMA BAYI
  • 1/2 lusin setelan baju tangan panjang + celana panjang ukuran newborn (*saya pakai merk fluffy, bahannya bagus dan adem)
  • 1/2 lusin baju atasan lengan pendek ukuran newborn (*saya pakai merk libby, bahannya juga bagus dan adem)
  • 1/2 lusin baju atasan tanpa lengan ukuran newborn (*saya pakai merk fluffy)
  • 1 lusin celana pendek (*saya pakai merk libby)
  • 1 lusin celana panjang ukuran 3-6 bulan (*saya pakai merk libby)
  • 1/2 lusin kaos kaki bayi warna-warni (*biar bisa dipakai dg machingkan di banyak baju :D)
  • 1 jaket bayi (ini jarang dipake, karena Palembang panas tp bermanfaat kalo lg pergi2 ke tempat dingin, sampai skg umur 1 tahun msh kepake :D)
  • 1/2 lusin topi, sarung tangan, sarung kaki warna-warni (*ini biasanya jualan ada yg seset gitu)
  • 1/2 lusin singlet ukuran S atau newborn (*anak saya ga pernah pake singlet, karena PAlembang panas :D)
  • 2 lusin popok kain/pernel/bedong (*saya beli kainnya dg bahan yg adem dan bagus, trus minta jait pinggir ke tukang obras --> lebih murah, banyak, dan bagus :)
  • 1/2 lusin gurita *OPTIONAL (*saya ga pake gurita, karena memang skg tidak direkomendasikan pakai gurita)
  • 1/2 lusin slabber/celemek/otto (kepakenya nanti pas mulai MPASI)
  • 1/2 lusin sapu tangan handuk (*saya pakai merk gerber)
  • 1 buah selimut topi (*saya pakai merk carter's)
  • satu set tas, gendongan, selimut topi tebal (*saya pakai merk baby scoots)
  • 1/2 lusin waslap 
  • 1 buah perlak kecil
  • 1 buah perlak besar (*bermanfaat kalau anaknya sudah banyak gerak)
  • 2 buah handuk
  • 1 buah kelambu kecil
  • 1 buah kelambu besar (*saya kesulitan pakai kelambu kecil, disamping kelambunya yg digerak2in oleh anaknya, juga kalau saya mau menyusui cukup sulit, jd saya pilih kelambu besar merk javan dan foldanet, harganya sekitar 300 rb dan msh kami pkaai sampai sekarang, soalnya kami menghindari penggunaan obat nyamuk kimia )
  • 1 set kasur bayi,bantal, guling (*punya kami tidak digunakan, karena anaknya tidak suka pakai bantal)
  • gendongan kain/jarit/kain panjang (*ini bermnafaat bagi yang bisa hehee
 
ini beberapa kebutuhan utama yang saya beli :)

Selain kebutuhan diatas saya juga membeli beberapa tambahan jumper dan pants merk carter's dan tutu karna lucu :D (*very recomended :)

ini perintilan waslap, slabber, topi, kaos kaki, dll

perlengkapan handuk, perlak kecil, sisir, gunting kuku, dll..

ini perlengkapan satu set gendongan, tas, selimut.

jaket bayi bahannya lembut sekali, sampai sekarang usia 1 tahun msh bisa dipakai :)
 
*kebutuhan utama ini saya beli di Pasar Baru Bandung, berhubung babyshop lokasi Palembang saya belum tahu banyak, jd saya beli perlengkapan ini di Bandung, karena bisa murah dan bagus2 hehe...*

PERLENGKAPAN MANDI DAN GANTI PAKAIAN
  • bak mandi (*merk lion star)
  • gayung bayi (*merk Puku)
  • ember (*merk lion star)
  • sabun
  • sampo
  • baby oil
  • baby cologne
  • diapers cream (*antisipasi takut ruam popok)
  • bedak
  • tissue basah
  • cotton buds
  • sisir
  • gunting kuku bayi
  • 1 pack newborn diapers (*saya pake merk mamy poko)
  • kapas bulat (*kalo mau hemat bisa beli kapas gulungan, trus di bulat2)
  • kassa steril
  • alkohol 70%
  • sedotan ingus (nose cleanser) (*saya pakai merk pigeon)
  • termometer digital *WAJIB
  • sleek detergen
 
perlengkapan ini saya beli di Istana Plastik Palembang, harganya lebih murah dibanding beli di mall atau tempat lainnya (lokasinya di simpang 4 charitas, seberang RM pagi sore, belakang Bank UOB)

perlengkapan mandi saya pakai merk zwitsal karena baca2 dr cerita2 ibu2 zwitsal lebih bagus kalo khawatirnya anak punya kulit sensitif, dan masih saya pakai sampai sekarang :)

perlengkapan2 lainnya

Selain perlengkapan2 diatas, saya juga beli baby bather merk deluxe, karena saya belum pernah dan belum bisa mandikan bayi baru lahir. dan ini sangat bermanfaat buat saya, ini saya pakai sampai anak saya bisa duduk sendiri sekitar 6 bulan :)

nah inilah kekalapan ibu2, hehee saya beli bouncer merk fisher price. awal2 dulu anak saya tidur nyenyak kalau di bouncer, tapi kalau sekarang sih sudah ga mau pake. hehe :)


KEBUTUHAN IBU
  • 6 buah Bra menyusui
  • 6 buah CD hamil
  • 4 buah gurita
  • breastpads
  • pembalut maternity
  • 6 buah kain sarung
  • kain jarit
 
Sekian dulu penjelasan dari saya mengenai list kebutuhan bayi baru lahir, intinya jangan terlalu kalap dan banyak2 beli barang bayi, karena bayi itu cepat besar loooo,, pasti sebulan dua bulan bajunya akan mulai sempit dan harus beli baru.. dan juga nanti pasti dapet banyak kado. hehehe :P oya kalau perlengkapan mandi beli ukuran kecil2 dulu saja, karena khawatir bayi kita tidak cocok kan jdnya ga rugi2 amat. hehe :P

























Jumat, 16 Mei 2014

Melahirkan itu dahsyat,,,!!!!

Tak pernah terbayangkan sebelumnya akan merasakan proses melahirkan sedahsyat ini..

Hari Jumat tgl 14 Februari 2014 dini hari (sekitar jam 2) mulai merasakan perut mulas2 dan sakit pinggang, tapi ga terlalu dirasa karena sakit datang bulan pun hampir kaya gitu rasanya. bahkan suamipun ga aku kasih tau saat aku ngerasain itu. hehee... pagi harinya saat suami bangun aku bilang, perutku sakit. kebetulan saat itu ada adek ipar yg berprofesi sebagai bidan tinggal di rumah, wah itu tanda2 mau melahirkan. memang sih kehamilanku sudah 40 week, sudah waktunya si debay launching.. tapi entahlah, aku ga bersemangat untuk buru2 ke dokter karna perasaan takut, deg2an, dan ahhh intinya mah takut.. hehee...

jam 10 pagi pun akhirnya suami ajak aku untuk pergi ke klinik kantor niatnya mau cek sudah bukaan berapa, ternyata masih bukaan 1. bidan di klinik menyarankan untuk segera berangkat k RS, karna jarak rumah komplek kami dg RS cukup jauh sekitar 25 km dikhawatirkan macet. alhasil kamipun segera berangkat, tapi ga langsung ke RS melainkan pergi ke rumah di Plaju. hehee...

tik tok tik tok,,
Sampai sore pun perasaan mules belum maju2, paling ngerasain mules sekitar 2 jam sekali dan itu pun masih bisa ditahan. sudah hampir 15 jam belum ada tanda2 bukaan maju. suami pun menelepon dokter, dan dokter menyarankan untuk dibawa ke RS untuk dia tangani.. segeralah kami meluncur ke RS Hermina Palembang..

Sampai RS, aku masih bisa ketawa ketiwi, ke ruang tindakan msh bisa jalan kaki ga mau pakai kursi roda, msh bisa aplod2 foto. dan saat dicek oleh suster disana ternyata masih bukaan satu juga. Ya Allah, itu sudah 16 jam...

mungkin sebagian orang akan pulang ke rumah kali ya, tapi kami tidak, kami memutuskan untuk tetap tinggal d RS. malam pun dokter visit dan cek msh bukaan satu juga, dokter bilang ke susternya "paling jam 3 shubuh lahiran, nanti kalau sudah bukaan 6 langsung tlp saya ya, saya lgsg kesini".

dannnn,,,,, kejutan itu pun mulai datang...
jam 2 shubuh hari sabtu, 15 Februari 2014 mulai merasakan sakit yang luar biasa, minta dielus suami dan adek ipar yg aku tau pasti mereka ngantuk, tapi dg setia mereka gantian ngelus punggung aku.. kami kira bukaan sudah maju, dannn ternyata masih bukaan satu. Ya Allah, ini bukaan satu tapi ko sakitnya luar biasa..

jam 10 pagi,, dokter datang, ketika dicek maju bukaan dua, tapi ko lama bgt ya. dokterpun bilang, kita induksi.. saat itu, aku sudah ga berdaya, sudah ga bisa makan, sudah ga bisa pegang hp, yg hanya bisa dilakukan adalah zikir dan nahan sakit. pasrah apapun yg terjadi.. ternyata proses melahirkan itu sebegininya yah, rasanya seperti saat itu akan dicabut nyawa sama Allah, sudah pasrah apapun yg terjadi. inget sama ibu, inget sama papa, inget sama kesalahan2 ke orang tua. ahh pokoknya, perasaan saat itu, Ya Allah aku ingin melihat anakku dulu, ingin membesarkannya, selamatkan aku Ya Allah.

akhirnya proses induksipun dilaksanakan, setelah induksi memang rasa sakitnya semakin menjadi2 dan sering, suami, adek ipar, mama mertua yg begadang pun jadi korban buat ngelus2 punggung ini.

jam 14.30 pun akhirnya bukaan hampir lengkap, semua suster sudah mulai memasukkan alat2nya, dokter siap, dan entahlah perasaan ini sudah sangat lemah,, terbersit ingin nyerah lahiran normal, tapi ko rasanya sayang ya sudah nunggu 30 jam gitu.. alhasil disemangati pasti bisa, suster2 nyemangatin, dan bismillah aku siap lahiran normal.

prosesnya cukup lama, dokter sempat khawatir karna bayi sudah keluar masuk, tp aku ga kuat ngeden, sampai bidan naik keatas mencoba membantu, tp tetap ga kuat. alhasil saat dedek sudah hampir keluar, aku nyerah, dokterpun minta izin untuk vacum. suami pun mengizinkan, dan dedekpun keluar dg proses vacum ringan.
oya, pada adegan persalinan ini sangat salut sama dokternya, dokter nyuruh kaki naik di pinggang beliau, supaya ga jatuh2an, susternya pun sama seperti itu. dokternya sangat sabar. sempet sebelum debay keluar, saya mau pasrah dan ketika dokter bilang "Sekali lagi kamu ga bisa, kita operasi", dan saat itu entah tenaga dari mana, tetiba energi ngeden datang kembali, karna takut bgt yg namanya operasi itu. hehee... terima kasih ya Prof. Dr. Syakroni yang sudah sabar dg proses melahirkan yg lama ini..

juga terima kasih buat suster2 di RS HErmina Palembang yg sudah membantu proses ini dengan sabar dan seolah2 menjadi tim suporter yg menyemangati.

Akhirnya tepat pukul 15.05 buah hati kami, bayi perempuan cantik lahir ke dunia ini dengan berat badan 3,508 kg (ga nyangka lo segede itu) dan tinggi 50 cm. kami beri nama KHAIRA AQILA HEVEA PUTRI. semoga bisa menjadi anak yg sholehah, pintar, membanggakan orang tua, agama, keluarga, nusa, dan bangsa. amin.....

Ini foto pas baru pertama kali lahir

ini hari kedua dan masih di rumah sakit, tiap hari wajahnya beda2. hihii





pencarian rumah sakit pro IMD dan ASI

Berhubung awalnya mau lahiran di RS tanggungan kantor yaitu RS Siti Khodijah makanya cari dokter yg praktek juga di RS itu, maka dipilihlah Prof. Dr. Syakroni. ternyata eh ternyata, menjelang persalinan bulan Februari, nah bln Januari  kantor putus kerja sama dg RS itu. alhasil kami melakukan pencarian RS. karna saat itu kantor hanya kerja sama dg RS AK Gani dan disana tdk ada Prof. Syakroni, kami memutuskan untuk menggunakan biaya sendiri dahulu, nanti setelah selesai baru di reambes k kantor. hehehee

pencarianpun dimulai, Prof. Syakroni praktek di 4 RS, RSU Moh hoesin, RS Siti Khodijah, RSB Tiara Fatrin, dan RS Hermina. aku tdk berminat untuk melahirkan di RSU Moh Hoesin juga berdasarkan pengalaman dikuret waktu itu tdk berminat jg lahiran d RS Siti Khodijah. bukan bermaksud gaya2a ya, tp menurutku ibu yg akan melahirkan itu harus tenang dulu, harus nyaman, dan siap. kalau aku nya ga siap lahiran di RS itu, ya pasti nanti akan menghambat proses kelahiran. hehehee..

kami pun sempat tanya2 mengenai biaya melahirkan normal  di 3 RS, yaitu Tiara Fatrin, RS Bunda, dan RS Hermina. sebenernya tidak berbeda jauh harga2nya, skg yang menjadi fokus adalah rumah sakit tersebut pro IMD kah? pro ASI kah?

sempat searching di internet, lihat pengalaman2 orang lain, tanya sana sini. maka kami memutuskan untuk melahirkan di RS Hermina, melihat RS tersebut sangat sangat mendukung proses inisiasi menyusui dini, mendukung ASI, dan fasilitasnya memadai, suster2nya ramah2. maka saya jatuh hati dg RS ini *bukan bermaksud promosi lo ini :D

setelah fix akan melahirkan di RS ini kami pun langsung meluncur ke RS Hermina, niatnya mau cari harga aja. eh ternyata di RS ini bisa daftar dulu. jadi kalau misalnya kelas kamar yg kita daftar penuh, kita bisa naik ke kelas atasnya dg harga kamar kelas yg kita pesan, dan kalau kelas atasnya penuh kita dititipkan dulu dikelas bawahnya tetapi harga kamar di kelas bawah. wahhh sangat menarik bukan, dan kita pun tenang, karna kita sudah pnya jatah kamar tentunya, setidaknya lebih diprioritaskan. (mengingat saat di kuret lalu, terkapar diruang tunggu karna kata RS tsb kamar penuh, pdhl kan bisa di-up k kelas atas atau bawah kan, hadeuh hadeuh...).

maka segeralah kami daftar, dan diberi Previlege card (pasien registrasi),  ternyata ada keuntungan lain juga, free senam hamil (1x), free konsultasi dg konselor laktasi (1x sebelum dan 1x sesudah melahirkan), free seminar (1x), diskount 5% untuk cek lab trimester ke-3, diskon 10% facial pasca melahirkan. kan sebagai emak2 yang seneng free atau diskon2 kan lgsg seger ya. heheee...
sebagai informasi nih aku lampirkan perkiraan biaya melahirkan di RS Hermina Palembang...

perkiraan biaya melahirkan dengan berbagai proses melahirkan dan kelas di RS Hermina Palembang

ini contoh previlege cardnya :)

Sekian informasi mengenai pencarian rumkitnya, tips dari saya melahirkan dimana saja sebenernya ga masalah yg penting si ibu siap dan tenang. RS pro IMD dan ASI sangat bagus untuk saat ini, mengingat banyak RS yang tidak pro ASI, sehingga saat asi kita belum keluar bukannya disupport malah lgsg disodorkan merk susu.



Hamil Kedua, USG, Dokter Kandungan Palembang :)

Kehamilan kedua ini aku lebih berhati2 karna takut terjadi lagi kejadian spt kehamilan pertama, Naudzubillah..
Saat tau hamil, kami lgsg meluncur ke dokter kandungan, dan kali ini yang dipilih Klinik Azzahra di PTC niatnya pengen ketemu dokter Zailani, ehh ternyata dokternya sedang ke luar negeri jd dg penggantinya dokter ISkandar yang praktek juga di RS Hermina Palembang. berhubung dokternya praktek dulu di RS Hermina jd datangnya suangattt telat, berhubung saat itu aku mau dinas keluar kota, makanya tu dokter dibela2in ditungguin deh... hemmm,, kesan dg dokter ISkandar gimana ya?? dokternya to the point kali ya, ga banyak cerita. hehee...
ini foto hasil USG di bulan pertama, belum jelas terlihat sih tapi ada ya. hehehe

Kehamilan menuju dua bulan aku diharuskan untuk mengikuti diklat peneliti di LIPI Cibinong selama 3 minggu, dan itu sangat menyiksa. karna pada saat itu aku sedang menjalani kehamilan muda dan bosan sekali dg makanan yang disajikan disana. untuknya kondisi janinku sehat dan kami bisa mengikuti itu semua. pulang dari dinas kamipun segera menemui dokter kandungan kembali, berdsarkan rekomendasi teman kami pergi ke Prof. Dr, Syakroni, SpOg di RSB Tiara Fatrin. Prof. Syakroni orangnya sudah cukup tua, tp masih sehat dan bugar, orangnya ramah, detail, dan enak diajak diskusi. wahh sepertinya sudah jatuh hati dg dokter ini hehehe...
ini foto hasil USG bulan kedua, janin masih kecil tp menurut dokter sehat :)

Bulan2 berikutnya kami selalu kontrol ke Prof. Syakroni. Prof. Syakroni praktek setiap malam senin-jumat di RSB Tiara Fatrin jalan Rajawali, biaya konsul dokter + USG sekitar 240 rb. selain di RSB Tiara Fatrin Prof. Syakroni juga praktek di RS Hermina setiap hari Selasa dan Sabtu jam 11.00-12.00 WIB, biaya konsul dokter + USG sekita 350 rb. dokter juga praktek di RSU Moh Hoesin, tapi kami belum pernah kontrol disana, jadi tidak tau waktu dan biayanya.

Ini foto USG 3 bulan, sehat terus ya dek :)

ini foto USG bulan keempat, dd sudah membesar :)

ini foto USG 5 bulan

ini foto USG 6 bulan.

Saat usia kandungan 7 bulan, kami sempat ke dokter lain yang punya USG 4 Dimensi. hehehe.. hanya untuk memastikan jenis kelamin dan mengumpulkan moment penting punya foto 4D dedek dalam kandungan. hihii... saat itu kami pergi ke dokter Ari, SpOg di klinik Ananda, Plaju. dokternya masih muda sih dan enak juga diajak ngobrol. hehee.. sebelum USG dokter tanya, kira2 anaknya cewe apa cowo, saya jawab sepertinya cewe. entah kenapa hati ibu itu tau kali ya, dan ternyata memang iya hasil USG 4D menunjukkan jenis kelamin dedek cewe.

ini foto USG 4D dedek, hidungnya mancung (kt dokter ky mamanya), bibirnya ky papanya, rambutnya lebet bgt ya. kita lihat saja nanti pas lahir gimana :D

sebenernya saat awal hamil pengen banget punya anak cowo, tp akhir2nya ko malah pgn cewe, hehehe ternyata Allah memang kasih bayi cewe. baiklah, mari mengumpulkan pernak pernik cewe berwarna PINK, horeeeee!!!!

konsul ke Prof. Syakroni tetep kami lanjutkan karna kami berniat cari dokter yg pro lahir normal, pro IMD (inisiasi menyusui dini), dan pro ASI tentunya. dan Prof. Syakroni ada semua itu :) diakhir2 perjalanan kehamilan, kami fokus ke berat badan bayi, posisi bayi sungsang atau tidak, dan kelilit tali pusar atau tidak. alhamdulillah sampai akhir tidak ada masalah itu, jadi dokter meyakinkan bisa lahir normal. amin..

kata Prof. Syakroni ini jenis kelaminnya cewe, katanya kalao cowol ditengah itu ada buletannya. hihihih....

cerita kehamilan kedua ini sampai disini dulu ya, alhamdulillah selama hamil ga pernah ngerasain mual, muntah, ga mau makan. jd selama hamil, apapun di makan, msh bisa masak, msh bisa beres2 rumah. cuma sekali2 aja tensi ngedrop, tp msh bisa diatasi. dede baik bgt ya sama mama. aminnn :)
cerita selanjutnya persiapan melahirkan dan pencarian rumah sakit pro IMD dan pro ASI :)




kehamilan pertama yang mengharuskan di kuret

Yipiyyyyy,,, kali ini aku akan bahas mengenai kehamilan dan dokter2 kandungan yang pernah aku datangin selama masa kehamilan. kehamilanku ini di Palembang. Pindah2 dokter dimaksudkan untuk lihat dan mencari dokter yang kira2 nyaman dan enak buat diajak diskusi.
sebulan setelah menikah, alhamdulillah kami dikasih kepercayaan untuk dititipkan anugrah janin diperutku. tapi sebenernya tau hamilnya telat, karna biasanya datang bulan suka telat2 jadi cuek bebek aja kalo belum "dapet2". alhasil waktu itu si janin pernah diajak pergi ke Malaysia (Sempet ditanya lg hamil ga? dan saya jawab "nggak"), sempet diajak ke Bandung, dan lebih parah lagi diajak offroad ke salah satu perkebunan karet di Mesuji, Lampung.
setelah tau hamil dengan menggunakan testpack, kami pun pergi ke dokter kandungan untuk memastikan kebenarannya (kira2 usia kandungan 8 week). oke dokter pertama yang kami datangi adalah salah satu dokter di Klinik Bersalin Rika Amelia Km 11, dan  setelah kunjungan itu aku akhiri berkunjung kembali disana karna kurang nyaman dg dokternya.
namun pada saat usia kandungan kurang lebih 12 week, perut terasa sakit sekali, keram, sering BAK dan sakit, pinggang sakit. akhirnya kami memutuskan pergi ke dokter Asrol SpOg di RS Bunda. dokter Asrol bilang kandungan baik2 saja dan sakitnya karna kurang minum. akhirnya kembali ke rumah dan bertekad untuk banyak minum. namun ternyata banyak minum itu malah membuat srg BAK dan itu menyakitkan sekali.
selang dua hari, kami pun pergi ke RS Siti Khodijah masuk UGD dan ditangani oleh dokter Asdariah, SpOg. dilihat dari layar pas USG ternyata kandunganku kosong, saat plasenta terus membesar dan janinnya sudah tidak ada tidak sesuai dg perkembangan usia kandungan 12 week. oleh karena itu, gejala sakit itu diakibatkan plasenta yang terus membesar. dokter Asdariah menyarankan untuk segera dikuret.
Tidak hanya percaya pada satu dokter, kami pun mencari second opinion, pergilah kami ke RS Charitas, sudah menunggu lama ternyata dokter kandungan disana sedang tidak ada. namun, ada salah satu pasien yg menyarankan untuk pergi ke dokter Zailani, SpOg pemilik RSB Az-Zahra yang praktek juga di PTC. akhirnya pergilah kami kesana.
Dokter Zailani SpOG asik, ramah, dan detail menjelaskannya, rekomended ko untuk dijadikan dokter kandungan langganan. hehee... namun, berhubung tanggungan kantor bukan di RS Az-Zahra jadi kami putuskan untuk tidak menemui dokter ini lagi. uhuhuhu... oya sekalian info biaya dokter dan USG di klinik Az-Zahra kurang lebih 250 rb. lanjut ke hasil USG dokter Zailani juga sama dg dokter Asdariah, yang mengatakan kandungan ini harus dikuret. dan kami pun sepakat untuk segera melakukan kuret di RS Siti Khodijah Palembang dg dokter Asdariah SpOg (berhubung tanggungan kantor di RS Siti Khodijah. hehee).

Proses kuret mengharuskan aku untuk berpuasa dulu, karna dijadwalkan akan dikuret pukul 11, maka dari shubuh sudah mulai berpuasa. namun ternyata waktu kuret mundur jadi jam 15. alhasil kelaparan, untungnya diinfus..
proses kuret dilakukan dengan bius total dan cepat (katanya), kurang lebih 15 menit proses kuret sudah selesai. alhamdulillah tidak merasakan sakit sama sekali pasca kuret. dikarenakan sudah mengalami kontraksi pada saat sebelumnya, jadi prosesnya tidak memerlukan pembukaan jalan lahir dengan menggunakan alat laminaria (yang katanya sakit banget). yang aku ingat cuma dipasang infus, dipasang cateter, dibius, dan bangun2 sudah hilang semua sakitnya. berhubung aku sadar sekitar jam 19 malam, maka kami memutuskan untuk menginap dahulu di RS, takut terjadi apa2. oya biaya kuret kelas 1 di RS Siti Khodijah sekitar 9 juta (pasien tanggungan perusahaan, jadi kurang tau kalau pasien pribadi).
pasca kuret dokter menyarankan untuk menunda kehamilan berikutnya sekitar 3 bulan, namun kami hanya pasrah kepada Allah SWT saja akan kapan memberikan rezekinya. ternyata selang dua bulan, aku hamil lagi. horeeeee,,, cerita selanjutnya di episode berikutnya. hehehe :)
kehamilan, kuret, dokter kandungan, palembang