Senin, 07 Desember 2015

MENJELAJAH KOTA SEMARANG (Part 2)



Setelah puas mengenyangkan perut, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Klenteng Sam Poo Kong. Di dalam Klenteng ini terdapat mushola, sehingga kami pun melakukan ibadah shalat dhuhur di dalam mushola klenteng Sam Poo Kong. Tarif masuk klenteng ini Rp. 5.000/orang. Klenteng ini memiliki banyak pohon rindang, sehingga kita bisa berduduk-duduk di dalam sini. Selain itu, areal di sekitar klenteng pun terjaga kebersihannya. Sebenarnya kita bisa mengabadikan moment berfoto menggunakan baju khas China di dalam klenteng ini, namun sayang kemarin anak saya tidur, sehingga kami tidak menyewa baju tersebut.

 Klenteng Sam Poo Kong

Selanjutnya, kami menuju kawasan oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Saya kira, kawasan ini serupa dengan Jalan Malioboro di Yogyakarta, ternyata kawasan Jalan Pandanaran hanya menjual oleh-oleh makanan khas Jawa Tengah saja. Kami mengunjungi toko oleh-oleh Djoe untuk membeli sedikit oleh-oleh. Saya hanya membeli beberapa bungkus keripik tahu, loempia (harga Rp. 11.000), dan tahu vacuum (harga Rp 40.000).

Kawasan Oleh-oleh Jalan Pandanaran

Setelah puas membeli oleh-oleh di Jalan Pandanaran, kami pun pergi ke daerah yang agak menanjak yaitu ke Pagoda Avalokitesvara atau lebih dikenal dengan Pagoda Watugong (batu seperti gong yang terdapat didepan pagoda). Masuk ke dalam Pagoda ini tidak dikenakan biaya retribusi.

Pagoda Watugong

Berhubung belanja batik tadi pagi masih ada yang terlewatkan, kami pun pergi menuju toko batik Lesmono di Jalan Jend. Sudirman 138 (IG: BATIK_LESMONO). Harga batik di toko ini hamper sama dengan Toko Batik Pendowo sebelumnya, disini tokonya lebih besar dan juga ada jualan gantungan kunci sebagai oleh-oleh dari Semarang. Harga gantungan kuncinya sekitar Rp. 8.000-15.000.

Toko Batik Lesmono

Puas menjelajah Kota Semarang kami pun pulang menuju hotel. Hotel kami untuk malam terakhir di Kota Semarang pindah di Simpang Lima Residance, karena agar mendekati kawasan simpang lima. Hotel ini saya booking melalui traveloka, dengan harga Rp. 300.000. Untuk harga hotel di Semarang mungkin hotel ini agak mahal ya, namun berhubung berada di kawasan yang sangat strategis jadi saya anggap hotel ini cukup murah. Memang ukuran kamar hotelnya tidak sebesar di MG Suites Maves Hotel, hotel ini hanya terdiri dari satu tempat tidur dan kamar mandi. Ada fasilitas sarapan di hotel dengan menu yang cukup memuaskan dan ada transportasi yang bisa mengantarkan kami ke bandara.

Simpang Lima Residance

Setelah puas membersihkan dan merebahkan badan untuk melepas lelah sebentar, kami pun keluar untuk membeli makan malam dan dilanjutkan jalan-jalan ke Kawasan Simpang Lima. Mumpung hari ini hari terakhir kami pun semangat keluar kamar :D

Kami membeli makan malam di warung Mbak Liem dengan menu soto ayam Kudus, warung mbak lin ini selalu rame pengunjung, dari pagi hingga malam warung ini selalu buka. Harganya pun cukup murah, dengan uang Rp. 8.000 kita bisa membeli satu mangkok soto yang rasanya enak sekali. Selain soto ayam, kita pun bisa membeli sate telor puyuh, sate jeroan, dan lain-lain.

Pondok Soto Kudus Mbak Lin

Setelah kenyang menikmati soto Kudus di Warung Mbak Lin, kami pun berjalan menuju kawasan SImpang Lima. Di Kawasan ini banyak sekali food court tempat menjual berbagai jenis makanan. Selain itu, ada juga beberapa toko yang menjual berbagai baju dan pernak-pernik khas Semarang. Di toko ini barang-barangnya masih bisa kita tawar. Kami pun menuju area sepeda Kawasan Simpang Lima dan menyewa satu unit Sepeda lampu dengan tarif Rp. 20.000/putaran, yang menggowes sepedanya ya kita sendiri. Hehee.. selain penyewaan sepeda, disini juga terdapat banyak mainan mobil-mobilan aki yang  bisa kita sewa. 

Kawasan Simpang Lima Semarang

Sekian cerita perjalanan kami di Kota Semarang…. Semoga bermanfaat, dan Selamat berlibur di Kota Semarang.

 Tugu Muda Kota Semarang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar