Jumat, 26 Juni 2015

Pengalaman Menggunakan Slow Cooker Takahi 0,4 l

Saya pakai Slow cooker  karena saya working mom yg harus mengejar waktu masak, mandiin anak, beres-beres rumah,, tapi tetap berprinsip anak harus makan masakan saya. hehehe... oleh karena itu, saya beli slowcooker supaya saya yang ga bisa masak bubur pake kompor ini, tetep bisa ngasih bubur dengan praktis karena tinggal cemplung-cemplungin bahan aja :D

Kali ini saya akan memaparkan bagaimana pengalaman saya menggunakan si imut Slow Cooker Takahi 0,4 l :)


Saya beli Takahi ukuran 0,4 l karena ukurannya yang imut sehingga bisa memudahkan saya bawa kemana2 dan tentunya bisa mobile traveling tanpa harus repot bawa alat perang masak banyak..

Saya biasanya menggunakan takahi untuk memasak bubur bayi kecil saya saat mulai MPASI sampai kira2 usia 1 tahun. Takahi juga sempet beberapa kali saya bawa traveling baik menggunakan pesawat sampai perjalanan darat. karena ukurannya yg imut jadinya saya bawa aja, karena berprinsip si bayi kecil ga mau dikasih MPASI instan. hehee...

Bagaimana cara saya menggunakan Slow Cooker Takahi 0,4 l??
SC Takahi 0,4 l tidak memiliki tombol on off atau pengaturan waktu, SC tersebut hanya memiliki lampu hidup dan cara mematikannya ya dengan mencabut kabel listriknya. Oleh karena itu, kita yang harus tahu kira2 berapa lama  bubur tersebut matang dan siap dimakan.

Kalau saya biasanya malam sebelum tidur, saya sudah masukkan beras kedalam slowcooker dan direndam air atau kaldu. biasanya saya masukkan beras sekitar 2 atau 3 sendok makan dan air sekitar 1,5 cm diatas batas beras. kemudian sekitar pukul 3 pagi, saya tinggal hubungkan kabel ke listrik dan saya bisa tidur lagi. hehee... *kalau mau masukkan daging atau ayam bisa dimasukkan bareng.
Biasanya saya masak bubur membutuhkan waktu 3 jam, jadi saat bubur hampir matang baru sayuran yang telah dipotong2 kecil saya masukkan ke dalam SC tersebut. Setelah matang, bisa diberikan tergantung tekstur bayi. jika bayi masih bubur halus, tinggal dihaluskan dengan grinder atau saringan kawat, atau kalau sudah bubur biasa ya tinggal langsung diberikan.

Masak menggunakan Slow Cooker memang membutuhkan waktu yang lama karena prosesnya yg slow sehingga mematangkan masakan dengan sempurna tanpa melalui pemanasan berlebih, sehingga nutrisinya tetap terjaga. Selain itu, SC merk Takahi memiliki pot wadahnya yang terbuat dari tanah liat, sehingga kalau kita buka hasil masakan kita, hemmmmm wangi sekali dan rasanya enak padahal saya tidak memberikan garam maupun gula :) Oya, SC ini tidak hanya bisa digunakan untuk memasak bubur saja, tapi memasak kaldu, melembutkan daging juga bisa..

Sekian cerita menggunakan SC takahi 0,4 l. semoga bermanfaat dan semangat berMPASI ria :)

Kamis, 11 Juni 2015

MEREK PRODUK UNTUK MAKANAN BAYI (MPASI)

Banyak ibu2 yang bingung memberikan merek2 produk untuk makana bayinya, termasuk saya. akhirnya sempet ngubek2 internet dan menemukan jenis2 produk yang aman untuk campuran makanan bayi.

Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dan Extra Light Olive Oil (ELOO)
merk Bertolli, Colavita, Borges, Fillipo
*saya pakai Bertolli

KEJU
Prochis, Diamond, Babybelle, Bellcube, Laughingcow
*saya pakai Prochis (gampang nemuinnya)

UNSALTED BUTTER
Lurpack, Anchor, Elle Vire, Orchid
*saya pakai Anchor

YOGHURT
Yummy plain, Swiss Yoghurt Plain, Elle n Vire, Yoplait Baby, Petit Miam
*saya pakai Elle n Vire plain

TAHU SUTRA
King Kee, Tofu jepang no salt
*saya pakai King Kee

PASTA FREE GLUTEN
Orgrab, Elbow Mac, La Fonte
*saya pakai La Fonte

KECAP ASIN
Kikkoman

SAUS TIRAM NON MSG
Lee Kum Kee

MINYAK WIJEN
Yuenyick

MIE BIHUN ORGANIK
Javara

JELLY
Nutrijel plain, agar2 swallow globe plain
*saya pakai dua2nya


Semoga bermanfaat :)

Makanan yg diberikan dan ditunda pada awal MPASI :)

Banyak mama-mama kece yg bingung kapan bisa memberikan jenis makanan A atau jenis makanan B kepada bayinya,, termasuk saya waktu itu. hehehe... Sebenarnya sesuai prinsip MPASI standar WHO kita bisa memberikan apa saja yg ada kepada bayi kita, tetapi kadang ada rasa cemas tentunya ya.. Kalau saya sih ada sedikit yang katanya makanan ditunda dulu tapi saya berikan, misal wortel. tetapi saya selalu mengamati reaksi alergi pada bayi saya saat saya telah memberikan jenis makanan baru :)
 
Mengutip dari buku MPASI Perdana Cihuy! punya mamaku koki handal, saya mau memberikan list makanan yang boleh diberikan atau ditunda dulu pada usia2 awal MPASI. lets see...

USIA 6 BULAN
Kalau mengutip dari prinsip WHO berarti semua makanan sudah bisa kita berikan, cuma ada beberapa makanan yang hanya diberikan dalam jumlah sedikit atau tidak berlebihan.

Kita bisa memberikan jenis serealia seperti beras putih dan beras merah, bisa juga memberikan jenis sayur-sayuran, memberikan berbagai jenis buah. tetapi untuk sayuran seperti wortel, brokoli, bayam, sayuran berdaun hijau, dan bit lebih baik tidak diberikan dalam jumlah berlebih karena dapat menyebabkan karotenemia/badan kuning yaitu sebuah kondisi telapak tangan, kaki, serta sekujur tubuh anak menguning karena terlalu banyak karoten. sebenarnya kondisi ini tidak berbahaya, tetapi mengganggu pemandangan, oleh karena itu agar memberikan sayuran yang bervariasi yang lebih aman.

Selain itu, pemberian protein hewani (kaldu daging, hati, ayam) bisa diberikan namun sebaiknya baru dikenalkan dengan kaldunya terlebih dulu pada minggu ke-2, lalu bisa dengan dagingnya pada mingu ke-3 atau ke-4.

Jenis makanan yang ditunda seperti makanan laut (ikan laut, kerang, udang, dll), kedelai dan olahannya, produk olahan keju (keju, yoghurt), susu sapi, dan telur utuh.

*pada usia 6 bulan, buah apel dan pir dikukus terlebih dahulu, karena bayi belum bisa mencerna serat dari buah tersebut.

USIA 7 BULAN
Pada usia 7 bulan sudah boleh diperkenalkan kaldu hewani, kaldu sayuran, jus buah, olahan kacang kedelai (tahu, tempe), bumbu dapur sederhana seperti bawang merah, bawang putih, serai, salam, daun jeruk.

Tetapi untuk makanan seperti makanan laut, produk olahan susu, susu sapi utuh, telur utuh diharapkan untuk ditunda terlebih dahulu.

USIA 8 BULAN
Pada usia 8 bulan sudah boleh diperkenalkan dengan sayuran wortel, bit, bayam, kangkung, selada air, brokoli, dan jenis sayuran lainnya. Buah pun sudah bisa diperkenalkan seperti anggur, plum, kiwi, nanas. Produk olahan susu seperti keju dan yoghurt sudah bisa diperkenalkan dengan merk sesuai untuk bayi.

Selain jenis makanan tersebut, sudah bisa mengenalkan kuning telur, namun untuk pemberian putih telur sebaiknya ditunda hingga usia 9 atau 10 bulan karena lebih rentan menyebabkan alergi. olahan susu juga relatif aman dikenalkan pada umur ini, tetapi dihindarkan jika ternyata alergi protein susu sapi dan dikenalkan lagi pada usia 1 tahun.

Untuk pemberian keju harus berhati-hati, dengan tidak memberikan jumlah yg berlebihan. terutama untuk keju keras seperti edam, cheddar, dan feta. keju mengandung sodium/natrium yang cukup tinggi, jadi pemilihan keju untuk bayi harus yang kandungan sodium/natriumnya rendah seperti keju cottage.

Jenis makanan yang ditunda pemberiannya adalah makanan laut, susu sapi utuh, dan putih telur.

USIA 9 BULAN KEATAS
Pada usia 9 bulan keatas, jenis makanan yang bisa diberikan lebih fleksibel dan banyak. sebagian besar makanan sudah bisa dikenalkan, kecuali garam, gula pasir, gula merah, penyedap rasa, madu, dan susu sapi.

Setelah usia 1 tahun, baru bisa memberikan gula, garam, madu, dan susu sapi (UHT fresh milk) untuk campuran olahan kue atau masakan.

Selamat berkarya untuk MPASInya :)

Jadwal Menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) Khaira Aqila :')



Halo halo,, udah lama sih ini per-MPASI-annya Khaira Aqila soalnya sekarang dia sudah makan makanan rumahan dengan menu yg ada dan aku masak tiap hari di rumah, tetapi berhubung banyak temen2 yang nanya, umur segini makan apa, keju bolehnya kapan, umbi2an gimana. Jadi aku posting aja ya jadwal menu MPASI nya Khaira Aqila..

Sebelum tampilan jadwal menunya,, kalau ibu2 yang mau mulai MPASI bayinya mungkin bisa buat tabel jadwal menu gitu, yang isinya jam makan, menunya apa, sama keterangan. Keterangan disini dimaksudkan dengan reaksi anak, dia suka ga,, trus dy PUP ga, sembelit ga? Jadi suatu saat nanti kalau mau mencampurkan dengan menu yg sama kita punya catatannya, sekaligus buat melihat reaksi alergi dari sang bayi..

USIA 6 BULAN
Pada usia 6 bulan, bayi direkomendasikan makan hanya satu sampai dua kali makan saja dengan bubur saring kental (tidak tumpah jika sendok dibalik), dan jumlahnya hanya 2-3 sendok makan saja. namanya juga bayi baru belajar makan :)

Ini jadwal makan yang saya beri untuk anak saya pada usia 6 bulan:
Minggu pertama -> makan satu kali saja di pagi hari dengan menu pure buah yang diulang dua hari (untuk lihat reaksi alergi)
Minggu kedua -> makan dua kali yaitu pagi hari tetap pure buah dengan pengulangan menu dua hari dan siangnya menu karbo tunggal, misal bubur beras putih, bubur kacang hijau, dll.
Minggu ketiga -> makan dua kali yaitu pagi pure buah dan siang menu karbo yang dicampur kaldu, misal bubur beras putih + kaldu sapi.
Minggu keempat -> makan dua kali yaitu pagi pure buah yang mulai dicampur2 dan siang menu karbo dicampur kaldu dan sayur.
*dari empat minggu tersebut tetap diamati reaksi alerginya.

 jadwal menu MPASI usia 6 bulan

USIA 7 BULAN
Usia 7 bulan ini sore harinya sudah mulai dikasih fingerfood tapi masih berupa buah dan sayur2an potong saja. Saat itu berhubung belum terlalu bisa megang buah, jadi buah2annya saya masukkan kedalam foodfeeder (waktu itu pakai merk munckin, dapat bonus dr beli grindernya :D). Cuma foodfeeder ini ga kepake lama ko, selebihnya sudah bisa pegang buah sendiri.
Frekuensi makan di usia 7 bulan sebanyak tiga kali makan, yaitu pagi pure buah; siang karbo, protein, dan sayur; serta sore buah potong.

 jadwal menu usia 7 bulan


USIA 8 BULAN
Usia 8 bulan ini sudah bisa makan olahan sapi, seperti yoghurt, keju, dan juga sudah bisa makan telur. tetapi tetap amati reaksi alerginya.
Pada usia ini, saya mulai memberikan 4 kali makan, yaitu pagi dan menjelang sore menu buah atau umbi-umbian (sudah tidak pure), siang dan sore  menu karbo, protein, dan sayur.

 Jadwal menu MPASI 8 bulan

USIA 9 BULAN DAN 10 BULAN
Pada usia 9 bulan, saya berikan lima kali makan yaitu pagi hari buah potong atau jus, jam 10 pagi dan sore makan karbo, protein, sayur, serta siang dan sore makan cemilan berupa biskuit, buah, atau umbi2an.

Jadwal menu usia 9 bulan

Jadwal menu MPASI usia 10 bulan

Jadwal menu usia 11 bulan, 12 bulan, dan lain-lainnya sudah ga tercatat lagi. hehehe berhubung sejak usia 11 bulan sudah ikut menu keluarga jadi ga dicatat lagi.. hehee.. tetapi sampai sekarang masih makan buah di pagi hari, kalau ada yg bilang makan buah dipagi hari itu bikin sakit perut, hemmmm saya rasa nggak deh tergantung kebiasaan kali ya,, karena mama papa dan Khaira Aqila sendiri ga pernah sakit perut dengan makan buah pagi2. hehehe...

Menu MPASInya ini memang tidak variasi, tidak heboh2 kaya ibu2 lainnya, dengan alibi mamanya hanya punya waktu masak pagi hari saja jadi cuma bisa masak seadanya aja yang agak mirip2 dengan masakan untuk mama papanya :) tetapi sampai usia 1 tahun dan bahkan sekarang, Khaira Aqila cuma makan masakan mama saja (kecuali kalau mama lg dinas).

Oya,, sampai usia 1 tahun, Khaira Aqila ga makan makanan yg mengandung gula n garam ya.. setelah 12 bulan baru deh dikenalkan dengan gula, garam, madu dengan jumlah yg sedikit pastinya. hehe...

Semangat membuat MPASI homemade ya mama2 kece semua :)
masak makanan bayi itu ga sesusah masak makanan padang ko :)
Serius deh,, gampil surampil dan tentunya ada rasa puas karena sudah memberikan yg terbaik :)



Jumat, 22 Mei 2015

Say NO to BUBUR BAYI INSTAN!!!!

Tanpa bermaksud frontal ke merk2 dagang bubur2 instan diluar sana lo iniii :)
Saya hanya mengingatkan diri sendiri dan sekalangan temen2 yang peduli dengan sistem pencernaan bayi2 kecilnya *halah apalah ini :D

Dari pertama kali bayi kecil saya MPASI tidak ada sedikitpun niatan yg terbersit dalam pikiran saya akan kasih bubur instan dengan merk A, merk B, merk C, dan lain lainnya.. Kenapa??

1. Karena saya ngebayangin diri saya sendiri kalau misalnya tiap hari dikasih n makan mie instan, bubur instan, atau apapun yg instan2 walaupun divariasi rasa dengan berbagai jenis, pasti akan mabok juga kan. Nah begitu juga yang saya rasakan kalau misalnya bayi saya tiap hari akan saya beri bubur instan dengan berbagai varian rasa, tentu dia akan ikut mabok juga :D

2. Saya yakin pasti bubur instan tersebut akan diberi pengawet dalam komposisinya, jadi saya ga mau pencernaan bayi saya yang masih murni tersebut harus secepat itu terkontaminasi oleh bahan2 pengawet yg terkandung didalam bubur instan tersebut.

3. Walaupun bubur bayi instan tersebut katanya kaya kandungan gizi A, B, C, dll saya yakin bubur bayi yang saya buat dengan tangan saya sendiri memiliki kandungan gizi yang lebih kaya, dan tentunya fresh,, ditambah ada CINTA didalamnya yang tentunya akan menambah rasa bubur tersebut :)

4. Bayi saya tentu akan lebih tahu rasa asli bahan-bahan makanan didalam bubur yang saya buat

5. Saya rasa kenaikan tekstur bayi kalau terus2an dikasih bubur instan akan lebih lambat naiknya. Saya punya teman yg anaknya ga naik2 tekstur alias makan bubur terus sampai umur 3  tahunan gitu. Tentu itu akan merepotkan kita bukan, yang harusnya kalo traveling udah ga usah bawa gembolan apa2 ini masih harus nyiapin bubur dll.. ALhamdulillah bayi saya dapat naik tektur sesuai dengan umurnya, dan umur 1 tahun sudah bisa makan makanan keluarga.

Bukankah awalnya bubur instan tersebut diciptakan untuk memfasilitasi saat2 terjadi bencana alam, daerah yang terisolir, dan pada saat2 darurat. Jadi untuk kita yang masih ada tukang sayur lewat tiap hari, masih deket sama pasar atau swalayan, masih punya kulkas buat nyetok makanan2 kalu misalnya kerja,, ayo ayoo kita masak makanan buat bayi kita, karena masak makanan bayi itu ga sesulit bikin rendang padang :D

Demikian celotehan dari saya, semoga membuka pikiran ibu2 yang mulai terbersit akan kasih bubur instan untuk bayinya..

Salam MPASI homemade :)))

Senin, 18 Mei 2015

MEMBAWA AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) DARI LUAR NEGERI

Sudah enam bulan berlalu, tapi semoga ga basi ya materinya :)

Bulan November 2014 lalu, saya dinas keluar negeri tepatnya ke  Phillipina selama lima hari enam malam. berhubung ini dinas keluar negara jadi bayi saya yang saat itu berusia 9 bulan dengan sangat terpaksa tidak saya bawa. untuk apa saja yang harus dipersiapkan selama meninggalkan bayi saya dan persiapan keberangkatan sudah saya posting sebelumnya ya :)
http://alchemiputrijk.blogspot.com/2015/04/tips-meninggalkan-bayi-asi-dirumah.html

Perjalanan saya sampai ke hotel dari rumah berkisar antara 15 jam, karena saya dari palembang menuju jakarta terlebih dahulu sebelum dilanjutkan terbang ke Phillipina.. Selama 15 jam tersebut tentu saja saya harus melakukan ritual pumping. Perlengkapan yang saya bawa diluar hanya coolerbag, collerbox saya masukkan ke dalam koper saat berangkat. Didalam coolerbag saya membawa icegel sebanyak 4 buah, dan coolerbag tersebut sudah saya alasi kertas koran (dari yang saya baca bisa menahan dingin lebih lama).

Dari Palembang menuju Jakarta saya sengaja mengambil pesawat menjelang malam alias jam 6 sore, karena semakin lama saya berangkat waktu saya bersama bayi saya lebih lama. Saya sengaja mengambil pesawat Garuda Indonesia yang jarang kena delay, supaya tidak cemas ketinggalan pesawat Jakarta - Phillipina. Pesawat dari jakarta menuju phillipina jam 00 malam menggunakan Phillipines Airlines. Pada saat menunggu waktu check in pesawat Phillipines airlines saya mencoba pumping di nursery room, saat itu ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam coolerbag yang saya bawa ke dalam kabin.

Saat masuk ke security check kedua  bandara Soeta sempat ditanya bawa cairan apa? dan saya bilang itu ASI, petugaspun mengerti. tetapi sebelumnya saya sudah menyiapkan dokumen surat izin membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA), surat keterangan menyusui dari dokter anak, dan peraturan2 membawa ASIP pada penerbangan (karena ini keluar negeri, tentu saya bawa berbahasa inggris ya :)

Ketika sampai di bandara Phillipines ternyata tidak ada security check disana, kita hanya dilakukan pengecekan passport, setelah itu ambil bagasi dan keluar, jadi aman :)

Penerbangan Jakarta - Phillipines membawa ASIP aman,, bagaimana dengan penerbangan pulang?? hehee...

agar ibu lebih tenang ada baiknya mencari hotel dengan fasilitas refrigerator atau chiller di dalam kamar atau minimal dapur hotel bersedia dititipin ASIP. Bagaimana dengan sayaa??

Saat itu, hotel dicarikan oleh pihak kantor via online, saya coba menghubungi hotel ketika masih di Indonesia tetapi tidak bisa, jadi saya hanya pasrah. tetapi saya sudah menyiapkan wadah2 untuk nantinya bisa menitipkan ASIP ke kulkas dapur hotel.. Box plastik bertuliskan "BREASTMILK, KEEP FREEZE!!!, nama, dan nomor kamar". Saya menginap di Las Palmas hotel, Manila City dan alhamdulillah didalam kamar terdapat kulkas satu pintu dengan freezer yang dingin, sehingga icegel dan icepack bisa beku dengan sempurna :)

Bagaimana dengan kegiatan memompa saya selama disana??
kegiatan memompa saya disana tidak rutin, karena acara konferensi bukan di hotel saya walaupun jaraknya agak dekat, tetapi waktu konferensi yang padat membuat saya hanya pumping saat pagi sebelum berangkat, siang saat istirahat shalat, sore saat pulang acara, dan malam sebelum tidur. Pernah sehari kami fieldtrip dari pagi sampai malam dan saya tidak pumping, rasanya seperti mau pecah. hehee... karena saya tidak nyaman pumping di toilet dan juga disana susah mencari mushola (bahkan ga ada, hehee) jadi ritual pumping hanya saya lakukan di kamar hotel saja..

Karena saya yang malas2an pumping, saat itu saya hanya membawa sekitar 20 kantong plastik ASIP berukuran 100 ml.

Bagaimana cara membawanya??
Waktu akan pulang hotel saya harus check out jam 12 siang, sedangkan penerbangan pulang jam 6 sore. Alhamdulillah senior di kantor belum pulang, sehingga saya menitipkan ASIP beserta barang2 saya ke kamar beliau bahkan ke kulkasnya. heheh dan saya bisa bebas jalan2 tanpa membawa2 gembolan barang. hehee... tetapi sebelum semua itu dititipkan saya sudah bungkus semuanya dengan rapi, sehingga saat akan ke bandara sore hari tinggal bawa.

Karena saat itu saya buru2, jadi tidak sempat memfoto step by step cara membungkus ASIP, huhu.. semoga dengan penjelasan kalimat bisa mudah dimengerti :)
1.ASIP hasil pumping saya masukkan ke dalam kantong plastik ASIP karena saya di Phillipina hanya 6 hari jadi tidak ada yg saya bekukan, hanya saya masukkan dalam chiller saja, ASIp dalam kantong plastik tsb saya bungkus dengan aluminium foil yang sudah saya bawa sebelumnya dari Palembang. berdasarkan informasi yg saya baca, aluminium foil bisa membuat dingin lebih lama.

2. Coller box dan cooler bag saya lapisi dengan koran pada setiap bagian sisinya, agar daya dingin didalamnya bisa lebih lama (korannya sudah saya bawa dari palembang)

3. ASIP, ice gel, dan icepack saya masukkan kedalam cooler box dan cooler bag, kemudian bagian atasnya saya tutup kembali dengan kertas koran.

4. pada bagian luar cooler box saya lakban agar kuat kemudian saya beri plastik wraping hingga semuanya tertutup rapi (lakban dan plastik wraping saya bawa dari Palembang)

5. Setelah semuanya rapi kemudian saya tempel kalimat "BREASTMILK, KEEP IT FROZEN!!, nama, tujuan, dan no HP" dan itu saya beri lakban.

6. Untuk cooler box saya  masukkan dalam bagasi, dan coolerbag saya bawa kedalam kabin, karena saya berencana akan memompa selama perjalanan dan transit.

Perjalanan saat check in di Phillipina alhamdulillah tanpa hambatan dan ASIP yang dibawa lancar2 saja.. Saya mengeluarkan ASIp dari kulkas di Phillipina pada jam 5 sore, dan sampai di rumah Palembang jam 8 pagi. Bagaimana dengan ASIP2 saya?? alhamdulillah ASIP masih dingin dan aman,, karena di pesawat suhu udara dingin, dan suhu di bagasi lebih dingin dibanding di kabin. Hanya cooler box saya saja yg gantungannya patah :'( tapi tak masalah, yg penting ASIP aman, hihi...

Ini foto ASIP yang berhasil saya bawa ke Indonesia dari Phillipina :)


Sekian informasi membawa ASIP dari luar negeri,, semoga bermanfaat :)



Senin, 27 April 2015

TIPS MENINGGALKAN BAYI ASI DIRUMAH SELAMA SEMINGGU

Bulan November 2014 lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk dinas luar ke Phillipina, saat saya mendapat tugas ini ada perasaan yang berkecamuk, diambil apa tidak?? ini kesempatan yang jarang bisa berangkat tetapi ada si kecil yang saat itu masih berumur 9 bulan menunggu dirumah dan tidak pernah saya tinggal semalampun bersama orang. Setiap saya dinas masih didalam negeri, pasti saya bawa dengan segala kerempongannya tentu. hehee... Tapi kalau dinas keluar negeri sangat susah membayangkan harus ikut dibawa juga, tentu pertimbangan biaya, pengasuh saat saya pergi dinas, juga akomodasi disana. 

Atas izin dari suami dan orang tua yang dengan sukarela akan datang ke Palembang buat menjaga, saya pun berangkat ke Phillipina.

Berangkat dinas ini tidak sekedar berangkat tentunya, karena banyak sekali yang harus saya persiapkan, selain materi presentasi disana tentunya.. Hal-hal yang saya persiapkan adalah:

1. Bicara dengan bayi disetiap kesempatan
    Setelah tahu saya akan dinas, saya selalu bilang ke bayi saya kapanpun dan dimanapun, terlebih saat menyusui. "Dek, mama nanti mau pergi kerja agak lama ya ga pulang, dedek nanti mimik pake dot dulu ya, nanti bobo sama oma dulu ya, jangan rewel ya, jangan nangis, mau makan ya". pokoknya saya selalu sugestikan kalimat2 positif saat itu. and its work :)

2. Karena masih ASI tentu saja kita harus menyiapkan ASI yang akan diminum si kecil selama kita pergi
     Karena saya memang sudah punya stok ASIP, saya tidak begitu kejar target dengan ini,, tapi tetap saya lebih rutin pumping karena tetap harus meninggalkan stok ASIP cukup banyak. Bagi ibu2 yang akan meninggalkan bayinya, mungkin bisa dipersiapkan sejak jauh2 hari waktu keberangkatan.

3.  Melatih orang2 yang akan dititipkan bayi kita
     Karena bayi saya MPASI homemade no gula garam, jadi saya benar2 mewanti2 kepada yang akan menjaga anak saya. bahkan saat itu, saya membuat tata cara memasak  makanan bayi menggunakan slowcooker, kukusan, tumisan, dll.. memang terlihat rempong, tapi demi kenyamanan dan ketenangan hati saya saat pergi. 
     Selain makanannya, tata cara pemberian ASIP, cara mencairkan ASIP, cara menghangatkan ASIP, cara sterilisasi botol2 saya buat. karena selama ini, saya selalu menyiapkan semuanya. intinya sedetail mungkin bisa kita siapkan untuk yang dirumah. 

4. Perlengkapan memompa ASI
    Karena saya meninggalkan rumah selama 6 hari, saya membawa 1 coolerbox ukuran 5 liter, dan 1 coolerbag, 6 icegel, 2 icepack, koran, plastik wraping, aluminium foil, apron menyusui, pompa asi, sabun pencuci botol.

5. Surat keterangan menyusui dari dokter, dokumen2 peraturan membawa ASIP dari Transportation Security Administration (TSA)
     Sebenarnya membawa ASIp sudah jelas tertera dalam peraturan penerbangan yang diterbitkan TSA, tetapi agar lebih tenang dan belum tentu semua petugas paham dengan peraturan tersebut lebih baik kita menyiapkan dokumen2 tersebut. Saya membawa surat keterangan menyusui dan membawa ASIp yang ditandatangani oleh dokter kandungan dan oleh dokter anak. Selain itu, saya membawa print out peraturan2 TSA tersebut, sekaligus saya bawa peraturan dr airlines pesawat yang akan kita tumpangi.

6. Siapkan media komunikasi
    Agar kita tenang siapkan media komunikasi sebelum berangkat, misal mau pakai skype, YM, atau viber, lebih baik disiapkan sebelum berangkat dan dicoba terlebih dahulu.

7. Siapkan mental ibu
    Ini sangat penting, ibu yang tenang meninggalkan bayinya dirumah tidak ingat terus akan membuat anak juga tidak rewel. Saya berusaha  tidak mengingat2, untungnya kegiatan disana cukup padat jadi saat sampai hotel saya sudah cukup lelah, sehingga tidak ada waktu untuk bergalau2 ria/ hehehe...
    Kalau ibu kangen bisa videocall dan melihat foto bayinya tentu..

Selamat dinas luar ya ibu2 semua,, yakinkan kalau bayi kita akan baik2 saja di rumah :)

Bagaimana saya bisa membawa ASIP keluar negeri dan dari luar negeri, akan saya posting berikutnya :)